“Warung kopi dan coffee shop di Pontianak tumbuh sebagai bagian dari budaya masyarakat. Ini menjadi tempat interaksi sosial, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi sektor UMKM. Pemerintah kota mendukung tumbuhnya usaha-usaha ini karena memberi kontribusi pada PAD dan membuka lapangan kerja,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Jumat (21/11/2025).
Edi menambahkan, sebaran usaha yang cukup merata di setiap kecamatan, meski didominasi wilayah kota dan selatan, menunjukkan gairah ekonomi masyarakat yang positif.
Ia memastikan pemerintah akan terus hadir memfasilitasi melalui kemudahan perizinan, tertib administrasi perpajakan, serta pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga: Parkir Liar di Depan Coffee Shop Cattu Pontianak, Pelaku Ancam dan Pukul Petugas Dishub
Data visual di lapangan memperlihatkan variasi usaha yang beragam, mulai dari warkop tradisional legendaris hingga kedai kopi modern yang digandrungi Gen Z.
Aktivitas masyarakat yang memadati warung-warung ini mempertegas bahwa pertumbuhan warung kopi sejalan dengan gaya hidup warga.
“Kita ingin usaha kuliner, termasuk warung kopi, berkembang sehat dan berdaya saing. Dengan data PBJT yang akurat, kita bisa melihat potensi sekaligus melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” terang Edi.
Dengan total 1.035 objek usaha saat ini, industri ini diperkirakan akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan ruang interaksi dan gaya hidup masyarakat urban di Pontianak.
(*Red/Prokopim)










