Baca Juga: Perkuat Rantai Pasok, Inalum Segera Akuisisi Tambang Bauksit Strategis Antam
Nantinya, fasilitas SGAR II ini akan memiliki kapasitas produksi yang lebih besar, yakni berkisar antara 1 hingga 2 juta ton alumina per tahun.
Melati menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah konkret hilirisasi dan ekspansi kapasitas produksi Inalum.
Tidak hanya berhenti pada pemurnian alumina, Inalum juga tengah agresif mengembangkan smelter aluminium kedua dengan target kapasitas produksi mencapai 600 ribu ton aluminium.
Untuk mendukung operasional raksasa tersebut, kebutuhan energi listrik menjadi sangat krusial.
“Ini memerlukan listrik sekitar 932 MW dengan harapan kami tentunya Kita bisa memiliki instal capacity sekitar 1,2 giga watt,” jelasnya.
Selain itu, Inalum juga memiliki agenda besar lainnya untuk meningkatkan kapasitas eksisting melalui teknologi terbaru.
“Kemudian proyek kita yang keempat itu untuk peningkatan kapasitas ini adalah New Potline 4 dan upgrading dari eksisting system 1 dan 3 dengan target proses optimalisasi terjadi dari 2029 sampai 2031,” tambahnya.
Masuknya investasi dari Danantara diharapkan dapat mempercepat realisasi seluruh proyek strategis nasional tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global.
(*Red)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















