Pastikan Anda rutin mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti cokelat, gula merah, atau kacang-kacangan selama perjalanan.
Sebelum tidur, usahakan makan makanan berat dan minum minuman hangat seperti jahe atau teh manis untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil sepanjang malam.
4. Bawa Perlengkapan Tidur Standar dan Selimut Darurat
Suhu terdingin di gunung biasanya terjadi pada dini hari saat Anda sedang tidur.
Oleh karena itu, isolasi tubuh dari udara dingin dan tanah sangatlah vital.
Jangan pernah tidur langsung di atas lantai tenda tanpa alas; gunakan matras alumunium foil atau matras busa untuk menahan hawa dingin yang merambat dari tanah.
Gunakan sleeping bag (kantong tidur) yang sesuai dengan suhu gunung yang dituju.
Sebagai langkah antisipasi wajib, selalu bawa thermal blanket atau selimut darurat (lembaran foil emas/perak).
Benda kecil dan ringan ini sangat efektif memantulkan kembali panas tubuh hingga 90 persen saat kondisi darurat atau saat sleeping bag Anda kurang hangat.
Kesimpulan
Hipotermia tidak pandang bulu, bisa menyerang pendaki pemula maupun profesional.
Persiapan yang matang dan pengetahuan tentang manajemen suhu tubuh adalah benteng pertahanan terbaik Anda.
Ingat, tidak ada puncak gunung yang seharga dengan nyawa.
Tetap hangat, tetap kering, dan mendakilah dengan aman.
Baca Juga: Dari Tsunami Hingga Badai: 4 Rekomendasi Film Soal Banjir yang Menegangkan
(*Mira)











