Nyawa Taruhannya, Simak 4 Tips Ampuh Mencegah Hipotermia Saat Naik Gunung

"Hipotermia adalah musuh utama pendaki gunung. Jangan sampai beku, simak 4 tips ampuh mencegah hipotermia mulai dari pakaian hingga makanan di sini."
Hipotermia adalah musuh utama pendaki gunung. Jangan sampai beku, simak 4 tips ampuh mencegah hipotermia mulai dari pakaian hingga makanan di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di balik keindahan panorama samudra awan dan matahari terbit, gunung menyimpan bahaya tersembunyi yang sering dijuluki sebagai the silent killer, yaitu hipotermia.

Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35 derajat Celcius karena tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksinya.

Banyak pendaki pemula salah mengira bahwa hipotermia hanya terjadi di gunung bersalju.

Padahal, kombinasi angin kencang, pakaian basah, dan perut kosong di gunung tropis Indonesia pun sudah cukup untuk memicu kondisi mematikan ini.

Baca Juga: Hobi Nonton Film Horor? Ini Cara Nikmati Sensasi ‘Jantung Copot’ Tanpa Bikin Mental Drop

Agar petualangan Anda tetap aman dan hangat, berikut adalah 4 tips krusial untuk mencegah hipotermia saat mendaki gunung:

1. Terapkan Prinsip Pakaian Berlapis (Layering System)

Jangan pernah hanya mengandalkan satu jaket tebal saja.

Kunci menjaga suhu tubuh di gunung adalah dengan teknik tumpuk atau layering system.

Lapisan pertama (base layer) haruslah pakaian berbahan polyester atau wol yang mampu menyerap keringat namun cepat kering, hindari bahan katun karena akan menyimpan air dan membuat tubuh dingin.

Lapisan kedua (middle layer) berfungsi sebagai penghangat, biasanya berupa jaket fleece atau down (bulu angsa) yang memerangkap panas tubuh.

Terakhir, lapisan luar (outer layer) atau jaket windbreaker/waterproof berfungsi untuk menahan angin kencang dan air hujan agar tidak menembus ke dalam tubuh.

2. Segera Ganti Baju yang Basah Saat Berhenti

Musuh terbesar pendaki bukanlah udara dingin semata, melainkan kondisi basah.

Saat tubuh Anda basah, entah itu karena keringat berlebih atau air hujan, suhu tubuh akan merosot jauh lebih cepat dibandingkan saat kondisi kering.

Oleh karena itu, saat Anda tiba di tempat berkemah (campsite) atau berhenti untuk istirahat panjang, segera ganti pakaian basah Anda dengan pakaian kering dari ujung kepala hingga kaki.

Jangan menunda-nunda dengan alasan “tanggung” atau malas membongkar tas, karena menahan dingin dalam kondisi basah adalah pemicu utama hipotermia di malam hari.

3. Jangan Biarkan Perut Kosong (Isi Bahan Bakar Tubuh)

Tubuh manusia ibarat tungku api; agar tetap panas, tungku tersebut membutuhkan bahan bakar.

Di gunung, bahan bakar itu adalah kalori dari makanan.

Saat kedinginan, tubuh akan membakar kalori lebih banyak untuk memproduksi panas internal.

Jika perut Anda kosong, tubuh tidak memiliki energi untuk menghangatkan diri.