“Kami dari Kecamatan Pulau Karimata mengucapkan terima kasih kepada DIB atas bantuan lampu celup ini. Semoga alat ini membantu meningkatkan hasil tangkap nelayan di kelong. Sekarang awal musim kelong dan beberapa masyarakat sudah mulai dapat hasil. Mudah-mudahan dengan lampu celup, hasilnya bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.
Dampak positif penggunaan teknologi ini mulai dirasakan langsung oleh para nelayan.
Tomo, salah satu nelayan setempat mengungkapkan bahwa lampu celup memberikan peluang lebih besar dibanding metode konvensional, terutama saat musim yang hanya datang setahun sekali ini.
“Banyaknya hasil tangkapan tergantung banyak hal. Tapi kalau alat lengkap dan tempatnya pas, bisa lebih maksimal. Saya lihat kelong teman yang sudah pakai lampu celup, ikan teri langsung berputar mengelilinginya. Harapannya, ikan makin banyak masuk setelah pakai alat ini,” tuturnya.
Sebagai informasi, program optimalisasi perikanan tangkap ini merupakan bagian integral dari upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT DIB.
Selain bantuan alat tangkap, perusahaan juga mengembangkan budidaya ikan air tawar melalui sistem akuaponik dan pemberdayaan kelompok ibu-ibu dalam pengolahan hasil laut untuk memperkuat perekonomian Desa Pelapis secara menyeluruh.
(ra)
















