Naik Signifikan, Jumlah ASN 2025 Capai 5,58 Juta Didorong Rekrutmen PPPK

"Pemkab Melawi akan memangkas TPP ASN sebesar 50% mulai 2026 akibat pemotongan transfer pusat. Bupati Dadi Sunarya mengajak ASN berkebun."
Data terbaru jumlah ASN per November 2025 tembus 5,58 juta. (Dok. Ist)

Baca Juga: Membedah Aturan Gaji: Kenapa Kenaikan Gaji ASN 2025 Belum Cair?

Sebaliknya, untuk kategori Pegawai Negeri Sipil (PNS), terjadi sedikit penurunan. Jumlah PNS terbaru tercatat sebanyak 3,59 juta orang, turun dibandingkan akhir Semester I-2025 yang mencapai 3,67 juta orang.

Zudan menekankan bahwa statistik ini bukan sekadar deretan angka, melainkan representasi kekuatan birokrasi untuk mencapai tujuan nasional.

“Ini angka yang tidak hanya sekedar kita baca sebagai sebuah angka, tapi memiliki dimensi skill, knowledge, attitude, yang harus bisa mewujudkan Asta Cita, visi misi kepala daerah, dan menjaga NKRI tetap utuh,” tutur Zudan.

Dari total 5,58 juta pegawai tersebut, mayoritas bertugas di instansi daerah dengan jumlah 4,24 juta orang, sementara di instansi pusat hanya sekitar 1,34 juta orang.

Secara gender, ASN wanita masih mendominasi birokrasi Indonesia dengan jumlah 3,14 juta orang, berbanding 2,44 juta pegawai pria.

Dilihat dari komposisi generasi, Generasi Y (Milenial) menjadi tulang punggung utama birokrasi dengan porsi sebesar 51%. Posisi kedua ditempati oleh Gen X sebesar 41%, disusul Gen Z sekitar 3%, dan kelompok baby boomers yang tersisa 1%.

Sementara dari sisi pendidikan, mayoritas ASN merupakan lulusan D4/S1 yang mencapai 3,47 juta orang.

Sisanya adalah lulusan SD-SMA sebanyak 835,72 ribu orang, D1-D3 sebanyak 663,8 ribu orang, S2 sebanyak 564,07 ribu orang, dan jenjang S3 yang jumlahnya paling sedikit yakni 51.384 orang.

Dalam struktur jabatan, kelompok jabatan fungsional mendominasi dengan total 3,55 juta orang.

Baca Juga: Gaji ASN Aktif Direncanakan Naik, Bagaimana Nasib Pensiunan PNS 2025?

Profesi guru memegang porsi terbesar, dengan rincian PNS jabatan fungsional guru sebanyak 1,16 juta dan PPPK jabatan fungsional guru mencapai 949,93 ribu orang.

Sedangkan PNS jabatan fungsional teknis tercatat sebanyak 510,20 ribu orang.

Adapun untuk jabatan struktural, jumlahnya tercatat 317,80 ribu orang. Rinciannya didominasi oleh pengawas sebanyak 189,88 ribu orang, diikuti administrator 96,81 ribu orang, dan PNS Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sebanyak 20,30 ribu orang.

(*Red)