Hati-hati! Makanan Ultraproses dan Kanker Usus Besar Ancam Wanita Usia di Bawah 50

UPF Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar pada Wanita Muda
UPF Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar pada Wanita Muda. (Dok. Unsplash/Mae Mu)
  • Rendah serat dan rendah vitamin.

  • Tinggi gula dan garam.

  • Tinggi lemak jenuh.

  • Mengandung berbagai zat aditif.

Data Studi: Risiko Polip Usus Besar Wanita Muda Melonjak 45 Persen

Penelitian ini menggunakan data dari Nurses’ Health Study II (NHS II). NHS II merupakan studi besar yang dimulai sejak tahun 1989.

Studi ini melibatkan perawat perempuan yang lahir antara tahun 1947 hingga 1964. Sejak tahun 1991, semua peserta mengisi kuesioner makanan setiap empat tahun sekali.

Data yang dianalisis berasal dari 29.105 peserta. Mereka semua telah menjalani kolonoskopi.

Selain itu, mereka tidak memiliki riwayat polip, penyakit usus inflamasi, atau jenis kanker lain.

Hasilnya sangat mencolok. Kelompok peserta yang makan UPF paling banyak memiliki risiko yang signifikan. Rata-rata konsumsi kelompok ini adalah 9,9 porsi per hari.

Mereka memiliki risiko 45 persen lebih tinggi mengalami polip adenoma konvensional sebelum usia 50 tahun.

Angka ini dibandingkan dengan kelompok yang hanya makan 3,3 porsi UPF per hari. Polip jenis ini sering kali menjadi awal dari kanker usus besar.

Meski demikian, studi ini tidak menemukan peningkatan risiko pada jenis polip serrated lesions.

Baca Juga: Sering Nyeri Ulu Hati? Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Tanda Batu Empedu Mengintai

Mekanisme dan Batasan Penelitian

Dr. Chan menjelaskan bagaimana Makanan Ultraproses dan Kanker Usus Besar dapat saling berhubungan.

Menurutnya, UPF bisa memperburuk gangguan metabolik. Gangguan seperti obesitas dan diabetes tipe 2 dapat terjadi.

Kedua kondisi tersebut diketahui meningkatkan risiko kanker usus besar. Selain itu, Dr. Chan juga menyebut UPF berpotensi memicu peradangan kronis.

Makanan jenis ini juga bisa mengubah mikrobiota usus yang seharusnya melindungi tubuh.

Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan. Misalnya, studi ini mengandalkan ingatan peserta dalam mengisi kuesioner makanan.

Penelitian ini juga belum melihat perkembangan kanker secara langsung.

Dr. Chan memberikan pesan penutup yang menenangkan namun tetap waspada.

“Hal ini tidak berarti bahwa jika Anda mengonsumsi UPF, Anda pasti akan menderita kanker. Itu tentu bukan pesan yang kami sampaikan,” ucapnya.

“Namun, hal itu merupakan salah satu faktor yang mungkin berperan dalam meningkatkan tingkat kanker yang mendasarinya,” lanjutnya.

Pesan utamanya adalah perlunya perhatian pada kualitas makanan yang dikonsumsi, terutama pada usia muda.

(*Drw)