Diduga Hambat Pemeriksaan Bobby Nasution, Penyidik AKBP Rossa Purbo Bekti Dilaporkan ke Dewas

Bobby Nasution
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Dok. Ist)

“Jangan sampai ada intervensi-intervensi khusus yang kemudian mengamankan Bobby Nasution,” lanjut Yusril.

Menanggapi laporan tersebut, KPK angkat bicara. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan penjelasan mengenai progres pengusutan proyek jalan di Sumatera Utara.

Tanpa secara spesifik menyebut nama pelapor, Budi menekankan bahwa proses penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan dalam perkara ini berjalan dengan baik dan on the track.

Budi menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang kemudian disusul dengan pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi serta penggeledahan di berbagai lokasi.

“Dari penggeledahan-penggeledahan itu, tim juga menemukan adanya fakta-fakta lain, adanya dugaan bahwa praktik-praktik pengondisian dalam pengadaan barang dan jasa, khususnya terkait dengan infrastruktur ini juga diduga terjadi di lokus-lokus lainnya,” jelas Budi di Gedung KPK.

Faktanya, beberapa pekan setelah OTT, penyidik tidak hanya fokus menggeledah lokasi utama di Dinas PUPR Sumut dan PJN Sumut, tetapi juga memperluas penggeledahan ke sejumlah kabupaten dan kota lain di wilayah tersebut.

Baca Juga: KPK Tak Tutup Kemungkinan Periksa Bobby Nasution Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp 231,8 Miliar

Hal ini mengindikasikan pengembangan kasus yang signifikan.

“Artinya apa? Bahwa setiap kegiatan tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK ini seringkali menjadi pintu masuk bagi KPK untuk melihat dan membuka, apakah modus dan praktik-praktik dugaan tindak pidana korupsi yang serupa juga terjadi di sektor-sektor lain, atau terjadi di wilayah-wilayah lain,” tutup Budi.

(*Red)