Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kesadaran untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik tidak melulu datang lewat momen yang besar.
Terkadang kesadaran muncul saat seseorang merasa dijauhi. Atau, orang lain mulai tidak nyaman dengan kehadirannya. Inilah yang dialami dr. Tirta Mandira Hudhi sekitar 10 tahun lalu.
“Saya tidak pernah mendengarkan kata orang lain, dan itu membuat saya jadi sosok yang egois,” kata dr. Tirta.
Hal ini disampaikannya dalam peluncuran Bonvie For Men di Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).
Ia melanjutkan, “Sampai akhirnya, saya merasa kok orang-orang sekitar saya enggak nyaman.”
Dokter, pebisnis, dan sports enthusiast ini mengaku dulu selalu menganggap pendapat orang lain salah. Sikap ini membuatnya memiliki pandangan “kacamata kuda”.
Pandangan sempit ini berarti ia terlalu fokus pada apa yang ada di depannya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Pelepas Dahaga: Manfaat & Waktu Terbaik Minum Air Kelapa
Momen ketika dirinya merasa bahwa orang-orang di sekitarnya mulai tidak nyaman dengannya, bisa dikatakan sebagai titik balik.
Momen ini mendorongnya untuk segera melakukan refleksi diri.
“Jadi saya merefleksi, apa yang salah nih? Titik baliknya tuh sebenarnya karena gowes jarak jauh,” ujar dr. Tirta. Ia menemukan cara Refleksi Diri Lewat Bersepeda.
Gowes Bantu Jernihkan Pikiran dan Belajar dari Kesalahan
Menurut dr. Tirta, gowes alias bersepeda membantu dirinya berpikiran lebih jernih. Ia menemukan kedamaian dalam berpikir sepanjang menempuh jarak yang jauh.
Sebab, saat bersepeda jarak jauh, ia fokus penuh dengan kegiatan tersebut. Ia tidak terdistraksi dengan hal lain, seperti bermain HP.
















