Update Longsor Cilacap: Total Korban Jadi 46 Orang, 15 Meninggal, 8 Hilang

Tim SAR mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Worksite A-2, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. Ist)
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Worksite A-2, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, CILACAP – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memasuki hari kelima operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).

Pencarian hari ini dioptimalkan dengan dukungan cuaca cerah pasca upaya modifikasi cuaca.

Kabar terbaru, hingga pukul 10.00 WIB, tim SAR kembali menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Dukung Evakuasi Longsor Cilacap, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Keduanya ditemukan di Worksite A-2, Dusun Cibuyut. Korban teridentifikasi atas nama Nilna Nur Fauziah (9) yang ditemukan pada pukul 08.57 WIB, dan Wafik Nur Aini Zahra (15) yang ditemukan pada pukul 09.37 WIB.

SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Abdullah, mengatakan cuaca cerah pagi ini sangat membantu proses pencarian.

“Mudah-mudahan cuaca cerah hari ini bisa memaksimalkan pencarian hingga seluruh korban dapat segera ditemukan,” kata Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Senin.

Ia menjelaskan, cuaca cerah ini merupakan dampak positif dari upaya modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak Minggu (16/11) untuk mengurangi potensi hujan di lokasi bencana.

“Upaya tersebut berdampak positif karena cuaca pada Minggu (16/11) sore hingga Senin (17/11) pagi terpantau cerah, sehingga memudahkan personel SAR dalam melakukan penyisiran,” kata Abdullah.

Pada operasi hari kelima, tim SAR gabungan menerapkan tiga metode pencarian secara paralel. Pertama, pemantauan wilayah menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang diduga sebagai keberadaan korban.