“Demi kelancaran dan keselamatan dapat melakukan pembatasan angkutan sumbu tiga ke atas. Saat ini kami sudah membuat draf terkait aturan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” jelasnya.
Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan strategi delaying system, yakni rekayasa lalu lintas dengan sengaja memperlambat atau memutar arus kendaraan untuk menghindari kemacetan total (stuck) di satu titik.
“Strategi ini perlu pengkajian yang cermat, sehingga delaying system ini tidak hanya memindahkan kemacetan ke titik yang lain,” tambah Aan.
Tantangan lain yang diwaspadai adalah faktor cuaca. Libur Nataru kali ini diprediksi BMKG bertepatan dengan puncak musim hujan, sehingga berpotensi diwarnai cuaca ekstrem.
Baca Juga: Wagub Kalbar Tekankan Jaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Nataru
Aan menekankan pentingnya mitigasi bencana, khususnya di Jawa Tengah.
“Kita berharap tidak akan terjadi longsor, tapi tetap perlu kita siapkan mitigasinya, dengan membangun posko terpadu, siapkan alat berat, dan lain sebagainya di titik-titik rawan,” tandasnya.
(*Red)
















