Wayang di Kota Majemuk: Paguyuban Jawa Dorong Jadi Media Pendidikan Karakter

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat menghadiri pagelaran wayang yang diadakan oleh Paguyuban Jawa Kota Singkawang, Minggu (9/11/25). (Dok. Instagram/@tjhaichuimie)
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat menghadiri pagelaran wayang yang diadakan oleh Paguyuban Jawa Kota Singkawang, Minggu (9/11/25). (Dok. Instagram/@tjhaichuimie)

Nilai-nilai ini dinilai sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda agar memiliki karakter kuat.

“Wayang mengajarkan tentang kebaikan yang selalu mengalahkan kejahatan, tentang pengorbanan, dan pentingnya menjadi manusia yang berbudi. Pesan-pesan itu tidak pernah usang,” katanya.

Sutopo juga menekankan, di tengah keberagaman etnis dan budaya di Kota Singkawang, seni wayang memiliki kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan bisa menjadi jembatan budaya.

“Wayang bukan hanya milik masyarakat Jawa. Ini warisan bangsa yang bisa dinikmati semua kalangan, menjadi jembatan budaya di kota yang majemuk seperti Singkawang,” ujarnya.

Baca Juga: Altar Sam Bong Lin Than di Singkawang Barat Terbakar Dini Hari, Diduga Korsleting Listrik

Ia menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (2003) serta penetapan Hari Wayang Nasional (Keppres Nomor 30 Tahun 2018) menjadi momentum penting untuk kembali menghidupkan peran wayang.

Paguyuban Jawa Kota Singkawang, lanjutnya, berkomitmen memperkenalkan seni wayang kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif dan kolaborasi.

“Wayang dapat terus hidup jika menjadi bagian dari pendidikan dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata Sutopo.

(ra)