Tak Selera Makan Saat Demam? 5 Hal Ini Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh Anda

"Mengapa nafsu makan hilang saat sakit? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari respon peradangan sitokin, perubahan hormon, hingga pengalihan energi."
Mengapa nafsu makan hilang saat sakit? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari respon peradangan sitokin, perubahan hormon, hingga pengalihan energi. (Dok. Ist)

Mencerna makanan adalah proses yang membutuhkan banyak energi.

Tubuh harus memproduksi enzim, menggerakkan otot-otot saluran cerna, dan menyerap nutrisi.

Ketika tubuh sedang sakit parah, ia memasuki mode konservasi energi.

Tubuh secara cerdas memutuskan bahwa energi yang ada lebih baik dialokasikan untuk tugas yang lebih mendesak: bahan bakar untuk sel-sel kekebalan tubuh (seperti sel T dan makrofag) yang sedang berjuang melawan infeksi.

Dengan menekan nafsu makan, tubuh “menghemat” energi yang seharusnya digunakan untuk pencernaan dan mengalihkannya sepenuhnya untuk proses penyembuhan.

4. Gejala Fisik yang Menghambat

Alasan ini mungkin yang paling jelas terlihat.

Sering kali, penyakit datang dengan serangkaian gejala fisik yang membuat proses makan menjadi tidak nyaman atau tidak mungkin dilakukan.

  • Mual dan Muntah: Jika Anda menderita flu perut (gastroenteritis) atau infeksi lain yang memicu mual, otak Anda akan mengasosiasikan makanan dengan rasa tidak nyaman.
  • Hilangnya Indra Penciuman/Rasa: Infeksi saluran pernapasan atas (seperti flu atau COVID-19) dapat merusak sementara indra penciuman dan perasa. Jika makanan terasa hambar atau aneh, keinginan psikologis untuk makan akan anjlok.
  • Sakit Tenggorokan: Radang tenggorokan atau batuk parah membuat setiap suapan terasa menyakitkan.

5. Efek Samping Pengobatan

Terkadang, bukan hanya penyakitnya yang menjadi penyebab, tetapi juga obat yang Anda konsumsi untuk melawannya.

Banyak obat, terutama antibiotik, dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Hal ini dapat menyebabkan efek samping pencernaan seperti mual, diare, atau rasa tidak nyaman di perut.

Beberapa obat lain juga bisa meninggalkan rasa logam (metallic taste) di mulut, yang membuat semua makanan terasa tidak enak.

Haruskah Memaksa Makan Saat Sakit?

Meskipun hilangnya nafsu makan adalah respons alami, tubuh tetap membutuhkan energi dan cairan untuk sembuh.

Para ahli umumnya setuju:

  1. Prioritaskan Hidrasi: Dehidrasi adalah risiko terbesar saat sakit, terutama jika disertai demam atau diare. Fokuslah pada asupan cairan seperti air putih, kaldu hangat, teh herbal, atau larutan elektrolit.
  2. Makan Sedikit Tapi Sering: Jangan paksa diri Anda makan tiga porsi besar. Cobalah makan dalam porsi yang sangat kecil tapi lebih sering (misalnya, beberapa sendok sup setiap jam).
  3. Pilih Makanan “Aman”: Saat nafsu makan kembali perlahan, mulailah dengan makanan yang mudah dicerna seperti kaldu, sup ayam, biskuit tawar, pisang, atau bubur.

Pada akhirnya, hilangnya nafsu makan saat sakit adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang bekerja keras untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Demam Sering Naik Lagi Saat Malam Hari

(*Mira)