Tak Selera Makan Saat Demam? 5 Hal Ini Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh Anda

"Mengapa nafsu makan hilang saat sakit? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari respon peradangan sitokin, perubahan hormon, hingga pengalihan energi."
Mengapa nafsu makan hilang saat sakit? Temukan 5 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari respon peradangan sitokin, perubahan hormon, hingga pengalihan energi. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Saat tubuh terasa meriang, hidung tersumbat, atau perut melilit, hal terakhir yang ingin kita lakukan sering kali adalah makan.

Bahkan, membayangkan makanan favorit pun bisa terasa memualkan.

Kehilangan nafsu makan, atau secara medis dikenal sebagai anoreksia (berbeda dari anoreksia nervosa), adalah respons yang sangat umum terjadi ketika kita jatuh sakit.

Ini bukanlah sekadar “perasaan” atau sugesti.

Baca Juga: Stop Menggigil! 4 Trik Jitu Ini Bikin Demam Cepat Turun

Hilangnya nafsu makan adalah strategi biologis yang kompleks dan disengaja oleh tubuh Anda.

Berikut adalah 5 hal yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh yang menjelaskan mengapa ini terjadi.

1. “Pesan” Peradangan dari Sistem Imun

Alasan terbesar hilangnya nafsu makan adalah respons peradangan tubuh.

Saat tubuh mendeteksi adanya infeksi (baik itu virus, bakteri, atau patogen lain), sistem kekebalan akan melepaskan sekelompok protein “pembawa pesan” yang disebut sitokin (cytokines).

Sitokin ini, seperti interleukin-1 (IL-1) dan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), sangat penting untuk mengoordinasikan perlawanan terhadap penyakit.

Namun, mereka juga memiliki efek samping yang kuat: sitokin ini berjalan ke otak dan menekan sinyal lapar di hipotalamus, yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai pusat kendali nafsu makan.

Sederhananya, tubuh Anda secara aktif mengirimkan sinyal ke otak untuk “berhenti makan” agar bisa fokus pada “perang” melawan infeksi.

2. Perubahan Keseimbangan Hormon Lapar

Nafsu makan kita diatur oleh dua hormon utama: ghrelin (hormon lapar) dan leptin (hormon kenyang).

  • Ghrelin diproduksi di lambung dan memberi sinyal “lapar” ke otak.
  • Leptin diproduksi oleh sel-sel lemak dan memberi sinyal “kenyang” ke otak.

Saat sakit, terutama akibat infeksi, penelitian menunjukkan bahwa produksi ghrelin sering kali menurun drastis.

Pada saat yang sama, tubuh mungkin menjadi lebih sensitif terhadap sinyal leptin.

Kombinasi dari “sinyal lapar” yang mati dan “sinyal kenyang” yang lebih kuat membuat Anda merasa tidak tertarik sama sekali pada makanan.

3. Pengalihan Energi untuk “Perang”