3. Gunakan Kompres Hangat, Bukan Dingin
Ini adalah salah satu cara yang paling sering disalahpahami.
Banyak orang mengira kompres air dingin atau es adalah cara terbaik untuk menurunkan panas.
Padahal, itu salah.
Kompres dingin atau mandi air dingin justru bisa memicu respons menggigil.
Menggigil adalah cara otot tubuh menghasilkan panas untuk melawan rasa dingin yang tiba-tiba.
Akibatnya, bukannya turun, suhu inti tubuh Anda justru bisa semakin meningkat.
Cara yang benar adalah menggunakan kompres air hangat (atau suam-suam kuku).
Basahi waslap atau handuk kecil dengan air hangat, peras, lalu letakkan di dahi, lipatan ketiak, atau selangkangan.
Air hangat akan membantu membuka pori-pori dan mempermudah penguapan panas dari permukaan kulit.
4. Konsumsi Obat Penurun Panas (Antipiretik)
Jika demam membuat Anda sangat tidak nyaman, atau jika suhunya tergolong tinggi, Anda bisa mengonsumsi obat penurun panas yang dijual bebas (OTC).
Obat yang paling umum dan aman digunakan adalah:
- Parasetamol (Acetaminophen): Efektif meredakan demam dan nyeri.
- Ibuprofen: Selain menurunkan demam, obat ini juga memiliki efek anti-radang yang lebih kuat, sehingga baik jika demam disertai nyeri otot atau bengkak.
Penting: Selalu baca label kemasan dan ikuti dosis yang dianjurkan.
Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja yang sedang demam karena berisiko memicu Sindrom Reye, sebuah kondisi langka namun serius.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun 4 cara di atas efektif, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika demam disertai dengan:
- Suhu sangat tinggi (di atas 40°C).
- Demam tidak kunjung reda setelah 3 hari.
- Disertai sakit kepala hebat, leher kaku, atau kebingungan.
- Mengalami sesak napas atau nyeri dada.
- Terjadi kejang.
Baca Juga: Bibir Kering dan Mengelupas Saat Demam? Ini 4 Alasan Medis di Baliknya
(*Mira)
















