Ia berharap momen ini menjadi sarana memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Pontianak, yang dikenal sebagai kota yang bersahabat.
“Pontianak adalah kota yang toleran, harmonis, dan bersahabat. Melalui kegiatan seperti Pesparani ini, kita ingin memperkokoh kebersamaan dalam keberagaman. Semua masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, nyaman, dan saling mendukung untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucapnya.
Menurut Edi, sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memiliki peran penting sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan perekonomian. Karena itu, Pontianak patut menjadi contoh dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius dan berbudaya.
“Dengan dilandasi iman, kita wujudkan Pontianak sebagai kota yang berbudaya, religius dan diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Ikuti 8 Cabang Lomba
Ketua Kontingen Kota Pontianak, Yacobus Juliannelis, menyatakan bahwa seluruh peserta telah menjalani latihan intensif dan siap memberikan penampilan terbaik.
Total peserta dari Kota Pontianak berjumlah 38 orang. Jika digabung dengan pelatih dan official, jumlahnya mencapai 51 orang, serta bersama pengurus total keseluruhan sebanyak 70 orang.
Baca Juga: Kabupaten Sintang Siap Ikuti Pesparani Kalbar, Bupati Dukung LP3KD
Yacobus merinci, Kontingen Pesparani Katolik Kota Pontianak akan mengikuti seluruh delapan cabang yang dilombakan. Cabang-cabang tersebut adalah:
- Tutur Kitab Suci
- Mazmur (semua kategori: anak, remaja, OMK, dewasa)
- Cerdas Cermat Rohani (anak dan remaja)
- Paduan Suara Dewasa Campuran
Ia menambahkan, seluruh peserta sudah berlatih secara maksimal melalui beberapa kali training center (TC).
“Kesiapan mereka sudah all out. Kami yakin dan percaya bahwa yang terbaik akan ditampilkan oleh kontingen Pontianak,” jelasnya.
Meski tak ingin terlalu muluk dalam menargetkan hasil, Yacobus optimistis Kota Pontianak dapat tampil membanggakan dan meloloskan wakil ke tingkat nasional.
“Target kami sederhana, semoga dari beberapa cabang yang diikuti ada yang bisa mewakili Provinsi Kalbar di tingkat nasional,” pungkasnya.
(*Red/Prokopim)














