Zat-zat inilah yang memberi sinyal kepada otak (hipotalamus) untuk menaikkan suhu tubuh.
Semakin aktif sistem imun bekerja di malam hari, semakin banyak sinyal pemicu demam yang dilepaskan, sehingga suhu tubuh pun kembali naik.
3. Penurunan Kadar Hormon Kortisol
Kortisol adalah hormon yang dikenal sebagai “hormon stres”, tetapi ia juga memiliki fungsi penting sebagai anti-radang alami yang kuat.
Kadar kortisol dalam tubuh juga diatur oleh ritme sirkadian.
Kadar kortisol secara alami berada di titik tertinggi pada pagi hari (inilah yang membantu kita bangun dan merasa waspada) dan menurun drastis hingga ke titik terendah pada tengah malam.
Saat kadar kortisol yang bersifat menekan peradangan ini turun, sistem kekebalan tubuh mendapat “lampu hijau” untuk bekerja lebih agresif.
Ibaratnya, “rem” alami tubuh sedang dilepas. Respon imun yang lebih kuat inilah yang sering memicu lonjakan demam di malam hari.
4. Kurangnya Distraksi dan Faktor Persepsi
Ini adalah faktor psikologis namun sangat nyata.
Di siang hari, Anda mungkin sibuk beraktivitas, menonton TV, berbicara dengan keluarga, atau bekerja dari rumah. Semua distraksi ini bisa mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit dan tidak nyaman.
Namun, saat malam tiba, suasana menjadi hening.
Anda berbaring di tempat tidur dalam ruangan gelap tanpa ada distraksi.
Pada saat inilah, Anda menjadi jauh lebih sadar akan setiap gejala yang dirasakan.
Rasa menggigil, nyeri sendi, dan panas tubuh yang meningkat terasa jauh lebih intens, membuat demam terasa lebih parah dari sebelumnya.
Apa yang Harus Dilakukan?
Mengetahui bahwa demam naik di malam hari adalah hal normal bisa sedikit menenangkan. Namun, tetap penting untuk mengelolanya:
- Tetap Terhidrasi: Demam menguras banyak cairan tubuh. Pastikan minum banyak air putih, bahkan jika harus bangun di malam hari.
- Istirahat Cukup: Tidur adalah senjata utama penyembuhan. Biarkan sistem imun Anda bekerja.
- Obat Penurun Panas: Jika demam sangat tinggi atau membuat sangat tidak nyaman, obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen bisa membantu (selalu ikuti dosis anjuran).
- Kapan ke Dokter: Jika demam sangat tinggi (di atas 40°C), berlangsung lebih dari 3 hari, atau disertai gejala berat lainnya (seperti sesak napas, kebingungan, atau leher kaku), segera cari pertolongan medis.
Baca Juga: Demam Bikin Badan Pegal dan Mata Perih? Ini 4 Alasan Ilmiahnya
(*Mira)
















