5 Pembelajaran Mengubah Hidup dari ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’

"Temukan 5 pembelajaran penting dari buku 'Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat' karya Mark Manson yang mengubah cara pandang Anda tentang prioritas hidup."
Temukan 5 pembelajaran penting dari buku 'Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat' karya Mark Manson yang mengubah cara pandang Anda tentang prioritas hidup. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” karya Mark Manson telah menjadi fenomena global.

Judulnya yang provokatif sering disalahartikan sebagai ajakan untuk menjadi apatis atau tidak peduli pada apapun.

Padahal, inti dari buku ini justru sebaliknya.

Mark Manson tidak menyarankan kita untuk ‘bodo amat’ pada segalanya, tetapi mengajari kita untuk memilih dengan sangat sadar apa yang pantas kita pedulikan.

Baca Juga: 5 Istilah yang Wajib Diketahui Para Pencinta Buku, dari TBR hingga DNF

Ini adalah seni menyaring kebisingan hidup dan memfokuskan energi kita hanya pada hal-hal yang benar-benar penting dan bermakna.

Berikut adalah 5 pembelajaran fundamental yang bisa mengubah cara pandang Anda terhadap hidup.

1. Berhenti Berusaha ‘Selalu Positif’

Masyarakat modern terobsesi dengan ‘positive thinking‘ atau berpikir positif.

Kita terus-menerus didorong untuk selalu bahagia, ceria, dan optimis.

Namun, Manson berargumen bahwa menyangkal emosi negatif (seperti sedih, marah, atau takut) justru tidak sehat.

Emosi negatif adalah sinyal alami dari tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Kunci ketenangan batin bukanlah dengan menghindari rasa sakit, tetapi dengan belajar menerimanya.

Menerima bahwa hidup terkadang menyebalkan justru akan membebaskan Anda dari tekanan untuk selalu tampil sempurna.

2. Pilih Masalah yang Ingin Anda Miliki

Banyak orang bermimpi tentang kehidupan tanpa masalah.

Faktanya, hidup penuh dengan masalah.

Menurut Manson, kebahagiaan sejati tidak ditemukan dengan menyingkirkan semua masalah, tetapi dengan menemukan masalah yang Anda ‘nikmati’ saat menyelesaikannya.

Seorang atlet menikmati rasa sakit saat latihan demi performa puncak; seorang seniman menikmati proses revisi tanpa akhir demi sebuah karya.

Pertanyaannya bukan “Apa yang Anda inginkan dari hidup?” tetapi “Rasa sakit apa yang bersedia Anda tanggung untuk mendapatkannya?”.

Pilih ‘perjuangan’ Anda dengan bijak.

3. Anda Tidak Spesial (Dan Itu Kabar Baik)