Hal ini memberikan tekanan besar pada persendian, terutama lutut dan pergelangan kaki. Studi menunjukkan risiko cedera pelari bisa mencapai 19-79 persen.
Di sisi lain, jalan kaki adalah olahraga low-impact.
Salah satu kaki Anda akan selalu menapak di tanah, sehingga jauh lebih ramah untuk persendian.
Jika Anda baru memulai, memiliki riwayat cedera, atau kelebihan berat badan, jalan kaki adalah pilihan yang jauh lebih aman.
3. Tingkat Kebugaran: Pemula atau Berpengalaman
Bagi pemula yang kondisi fisiknya belum prima, memulai olahraga dengan langsung berlari bisa sangat berat dan berisiko cedera.
Jalan kaki adalah pintu masuk yang ideal. Anda bisa memulai dengan jalan santai, lalu secara bertahap meningkatkan jarak dan durasi.
Bahkan jalan kaki santai secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 31 persen.
Anda juga bisa membuat jalan kaki lebih menantang dengan memilih rute menanjak atau berjalan lebih cepat (brisk walking).
4. Manfaat Kesehatan Jangka Panjang
Dalam hal manfaat kesehatan umum, keduanya seimbang.
Berjalan kaki secara rutin terbukti sama efektifnya dengan lari dalam menurunkan risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Keduanya juga sama-sama berdampak positif pada kesehatan mental.
Jadi, Pilih yang Mana?
- Pilih Lari, jika: Anda ingin membakar kalori secara maksimal, kondisi fisik Anda prima, tidak memiliki masalah persendian, dan Anda menikmati olahraga berintensitas tinggi.
- Pilih Jalan Kaki, jika: Anda adalah pemula, memiliki riwayat cedera sendi, ingin olahraga yang lebih santai, atau fokus utama Anda adalah konsistensi jangka panjang tanpa risiko cedera.
Pada akhirnya, olahraga terbaik adalah olahraga yang Anda nikmati dan bisa Anda lakukan secara konsisten.
Baca Juga: Bukan Jalan Santai, Ini Syarat Jalan Kaki yang Direkomendasikan untuk Jaga Kesehatan Jantung
(*Mira)
















