“The Post” berfokus pada Katharine Graham (pemilik The Washington Post) dan editornya, Ben Bradlee, saat mereka bergulat dengan keputusan berat: apakah akan menerbitkan “Pentagon Papers”.
Ini adalah dokumen rahasia negara yang membuktikan bahwa pemerintah AS telah berbohong kepada publik selama bertahun-tahun tentang Perang Vietnam.
Ini adalah film tentang dilema antara keamanan nasional, kebebasan pers, dan keberanian mengambil risiko besar demi kebenaran.
4. Nightcrawler (2014)
Tidak semua film jurnalisme bercerita tentang pahlawan. “Nightcrawler” adalah sisi gelap dari dunia jurnalisme televisi.
Jake Gyllenhaal berperan sebagai Louis Bloom, seorang pria pengangguran yang menemukan “peluang” sebagai jurnalis video lepas (stringer) yang merekam kecelakaan, kebakaran, dan kejahatan di malam hari.
Film ini adalah kritik tajam terhadap obsesi media akan rating dan sensasionalisme.
Ini menunjukkan bagaimana etika jurnalistik bisa dikorbankan demi mendapatkan gambar yang paling mengejutkan, dengan pertanyaan “Seberapa jauh Anda mau melangkah?”
5. Frost/Nixon (2008)
Film ini adalah tentang pertarungan di balik layer bukan di medan perang, melainkan di studio wawancara.
“Frost/Nixon” menceritakan serangkaian wawancara pasca-Watergate antara pembawa acara talk show Inggris, David Frost, dengan mantan Presiden Richard Nixon.
Film ini menunjukkan bagaimana sebuah wawancara bisa menjadi ajang investigasi yang intens.
Ini adalah duel psikologis antara jurnalis yang mencari pengakuan dan politisi yang berusaha menyelamatkan reputasinya, membuktikan bahwa kata-kata bisa setajam pedang.
Baca Juga: Dari Oppenheimer Hingga Chernobyl: 5 Film dan Serial Terbaik Bertema Nuklir
(*Mira)
















