Bukan Cuma Malas, Ini 4 Alasan Psikologis Kenapa Hari Senin Banyak Dibenci

"Merasa 'Monday Blues'? Ini 4 alasan psikologis kenapa hari Senin banyak dibenci, mulai dari 'social jet lag' hingga ketidakpuasan kerja."
Merasa 'Monday Blues'? Ini 4 alasan psikologis kenapa hari Senin banyak dibenci, mulai dari 'social jet lag' hingga ketidakpuasan kerja. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Istilah “I Hate Mondays” atau “Monday Blues” sudah begitu mendunia.

Bagi banyak orang, hari Minggu malam seringkali diisi dengan perasaan cemas ringan, dan Senin pagi terasa seperti beban berat untuk memulai sebuah siklus baru yang melelahkan.

Perasaan tidak suka pada hari Senin ini sangat umum, dan ternyata alasannya bukan sekadar karena malas kembali bekerja setelah libur.

Ada beberapa alasan psikologis dan sosial yang mendasari mengapa hari Senin menjadi hari yang paling banyak dibenci dalam seminggu.

Baca Juga: Bukan Lagi ‘I Hate Mondays’, Ini 4 Kunci Mengakhiri Hari Senin dengan Bahagia

Berikut adalah empat alasan utama di baliknya.

1. Pergeseran Mendadak dari Kebebasan ke Struktur

Akhir pekan, baik Sabtu maupun Minggu, identik dengan kebebasan.

Kita memiliki kendali penuh atas waktu kita: kapan harus bangun, apa yang ingin dimakan, ingin pergi ke mana, atau sekadar tidak melakukan apa-apa.

Hari Senin adalah “kejutan” yang mengembalikan kita pada realitas.

Kita dipaksa kembali ke dalam struktur yang kaku, jadwal yang padat, tenggat waktu, dan tanggung jawab.

Pergeseran mendadak dari mode “bebas” ke mode “wajib” inilah yang menciptakan guncangan mental dan resistensi emosional di awal pekan.

2. Akumulasi Stres dan Ekspektasi Pekan Baru

Hari Senin sering dianggap sebagai “gerbang” dari keseluruhan minggu.

Ini adalah hari di mana kita menetapkan ritme kerja.