Teknologi BIM, sebagai bagian dari penerapan TI di sektor konstruksi, memegang peran penting dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam industri konstruksi modern.
Ketua FIM Kalimantan Barat, Dhieco Mahar Dhiecha, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan sertifikasi ini.
Ia menilai ini adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing SDM di Kalbar.
“Kami sangat mendukung kegiatan sertifikasi ini sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kompetensi para pelaku konstruksi di Kalimantan Barat. Dengan adanya pengakuan kompetensi melalui sertifikasi SKK BIM, diharapkan mereka mampu bersaing secara profesional dan berkontribusi dalam penerapan teknologi BIM di berbagai proyek pembangunan,” ujarnya.
Kegiatan sertifikasi ini dilaksanakan oleh assessor kompetensi berlisensi dari LSP MIK, yaitu Rizky Putranto dan Tirto Admojo. Penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Para asesi (peserta) merupakan hasil pelatihan, di mana kurikulum dan fasilitas praktik telah dipastikan mampu telusur terhadap standar kompetensi yang diuji.
Baca Juga: BUMN Goes to Campus, Persiapkan SDM untuk Mampu Operasikan BIM
Melalui kegiatan Sertifikasi Kompetensi BIM ini, LSP MIK bersama FIM Kalbar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi, khususnya dalam menghadapi era transformasi digital dan modernisasi industri konstruksi nasional di Kalimantan Barat.
(*Red)
















