Tak Hanya Masyarakat Umum, Korban Penipuan Video Call Seks dari Rutan Pontianak Juga Sasar Aparatur Negara

"Ilustrasi - Dugaan praktik penipuan Video Call Seks dari Rutan Pontianak sasar aparatur negara. (Dok. Faktakalbar.id)"
Ilustrasi - Dugaan praktik penipuan Video Call Seks dari Rutan Pontianak sasar aparatur negara. (Dok. Faktakalbar.id)

Seorang sumber internal Utet (nama samaran) mengungkapkan bahwa keuntungan dari praktik terlarang ini cukup fantastis, dan korbannya meluas hingga melibatkan pegawai negara.

Baca Juga: Pengakuan Korban Terseret Modus VCS, Foto dan Data Dipakai Warga Binaan Rutan

“Kalau dari hasil sehari itu bisa tembus satu juta sampai dua juta, Bang. Korbannya bukan cuma orang kampung, tapi ada juga aparatur negara yang kena. Kalau soal setoran ke siapa, saya nggak tahu pasti, tapi yang kendalikan itu napi-napi senior,” ujar Utet blak-blakan (19/10).

Kabar ini sontak membuat publik geram dan mempertanyakan pengawasan serta integritas petugas di dalam Rutan. Dugaan adanya keterlibatan oknum atau pembiaran semakin memperkeruh situasi.

Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak, Timbul Aliansyah Panjaitan, membantah tegas seluruh tudingan tersebut saat dikonfirmasi. Ia menegaskan bahwa Rutan memiliki aturan disiplin ketat, termasuk larangan keras terhadap penggunaan handphone oleh warga binaan.

“Mengenai tudingan bahwa narapidana masih menggunakan atau menguasai telepon genggam, hal tersebut tidak benar. Kami memiliki aturan tegas terkait larangan penggunaan HP, dan penegakan dilakukan melalui razia rutin maupun razia insidentil di seluruh blok hunian,” ujar Timbul, Rabu, (2/10/2025).

(*Red)