Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang yang mewakili Bupati Ketapang, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut aparatur desa untuk lebih adaptif dan kreatif.
Baca Juga: Gerbong Mutasi Bergerak: Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres Ketapang Berganti
“Kita hidup di era digital yang menuntut aparatur desa mampu mengelola informasi dengan baik. Desa bukan hanya pusat pelayanan publik, tapi juga pusat informasi dan promosi potensi lokal,” ujarnya.
Program Satu Desa Satu Jurnalis diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan aparatur desa di bidang jurnalistik, multimedia, digital marketing, e-commerce, serta kemampuan komunikasi publik yang transparan dan profesional.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan aparatur desa yang cakap menulis, mampu menyebarkan informasi positif, dan menjadi agen perubahan di desanya masing-masing,” tambahnya.
Ketua DPRD Kabupaten Ketapang juga memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan yang perlu diperkuat dari sisi sumber daya manusia.
“Desa adalah fondasi utama pemerintahan. Kalau desa kuat, maka kabupaten juga akan kuat. Aparatur desa harus bisa menjadi penggerak transparansi dan pembangunan,” tegasnya.
Baca Juga: Jalur Penghubung Ketapang-Kayong Utara Terendam Banjir Akibat Hujan Lebat
(AF)
















