Cara kerjanya adalah dengan membuka pembuluh darah di permukaan kulit.
- Area Kompres: “Kompres air hangat dengan suhu suam kuku di area tertentu seperti di atas kepala, leher, ketiak, dan lipat paha juga sangat dianjurkan,” ujarnya.
- Suhu Ideal: Suhu air yang ideal untuk kompres adalah 37–38 derajat Celcius atau mirip dengan suhu tubuh manusia. Suhu ini akan melebar dan membantu proses pelepasan panas dari tubuh.
- Hindari Dingin: Kompres dingin sebaiknya dihindari karena justru dapat membuat tubuh menggigil dan memperlambat penurunan suhu tubuh anak.
3. Lakukan Skin-to-Skin Contact untuk Bayi
Khusus untuk bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun, kontak kulit langsung atau skin-to-skin contact menjadi salah satu Tips Menurunkan Demam Anak yang efektif.
- Metode: “Untuk bayi-bayi di bawah satu tahun, penting kulit bayinya nempel sama kulit orangtua. Letakkan dada anak ke dada orangtua tanpa ada kain yang membatasi keduanya,” terang Rizky.
- Manfaat: Metode ini terbukti membantu menstabilkan suhu tubuh bayi karena panas tubuh orangtua bisa membantu menurunkan suhu anak secara alami. Selain itu, skin-to-skin juga memberikan rasa nyaman dan aman bagi bayi.
Kapan Harus ke Dokter?
dr. Rizky menegaskan, ketiga cara ini akan memberikan hasil paling optimal bila dilakukan bersamaan.
“Penurunan suhu demamnya akan bereaksi sangat baik apabila dibarengi dengan minum obat penurun panas dan skin-to-skin contact bagi anak yang bayi,” katanya.
Meskipun demam merupakan reaksi alami tubuh melawan infeksi, orangtua tetap perlu waspada jika demam berlangsung lebih dari tiga hari. Terlebih jika suhu tubuh anak melebihi 39 derajat Celcius, atau disertai gejala lain seperti kejang, muntah terus-menerus, dan lemas.
Baca Juga: Waspada! 4 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Biang Keladi Masuk Angin
Dalam kondisi tersebut, segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
(*Drw)










