Dalam kesempatan tersebut, M. Deni Abdulah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelestarian tradisi lokal tidak only memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat.
“Festival seperti ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Lanud Supadio mendukung penuh upaya pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari menjaga keutuhan sosial dan persatuan bangsa,” ujar Kadister.
Kehadiran perwakilan Lanud Supadio dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI Angkatan Udara dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya, memperkokoh persatuan, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Festival Budaya Mande’bedil dan Perang Ketupat turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sanggau, para raja dan sultan se-Kalimantan Barat dan nusantara, utusan Raje Sabah Malaysia, dan Raje Brunei Darussalam, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat dari berbagai etnis.
(ra)
















