Film ‘Home Sweet Loan’: Potret Pahit Generasi Sandwich dan Jebakan Patriarki untuk Anak Perempuan

"Menganalisis film Home Sweet Loan (2024). Kisah Kaluna adalah potret generasi sandwich yang terjerat beban patriarki dan tuntutan budaya pada anak perempuan."
Menganalisis film Home Sweet Loan (2024). Kisah Kaluna adalah potret generasi sandwich yang terjerat beban patriarki dan tuntutan budaya pada anak perempuan.Menganalisis film Home Sweet Loan (2024). Kisah Kaluna adalah potret generasi sandwich yang terjerat beban patriarki dan tuntutan budaya pada anak perempuan. (Dok. Ist)

Kaluna terjebak: ia tidak memiliki “kekuasaan” seorang patriarki, tapi ia dipaksa memikul “tanggung jawab” finansial yang seharusnya diemban oleh para pria di keluarganya.

3. Pembelajaran: Anak Perempuan sebagai “Dana Pensiun” Emosional & Finansial

Ini adalah bibit patriarki yang paling subtil.

Dalam banyak budaya, anak perempuan, terlepas dari statusnya (bungsu atau sulung), seringkali diharapkan menjadi “lem perekat” keluarga.

Mereka diharapkan berbakti, mengalah, dan memiliki kesabaran tak terbatas.

Film ini menunjukkan bagaimana Kaluna tidak hanya menjadi “dana pensiun” finansial, tetapi juga “dana pensiun” emosional.

Ia adalah tempat semua orang mengeluh dan menuntut, namun ia sendiri tidak punya tempat untuk bersandar.

Inilah yang dirangkum sempurna oleh lagu tema “Berakhir di Aku” (“Jika semua bersandar padaku, lalu aku bersandar ke mana?”).

Kaluna adalah korban dari ekspektasi kultural bahwa anak perempuan harus mengorbankan mimpinya demi “harmoni” keluarga.

4. Pembelajaran: Tekad Memutus Rantai (Trauma Finansial)

Pelajaran terakhir adalah harapan, meski pahit.

Obsesi Kaluna untuk punya rumah bukan sekadar soal materi.

Rumah adalah simbol kemerdekaan. Itu adalah simbol tekadnya untuk memutus rantai.

Dia tidak ingin hidupnya berakhir seperti orang tua dan kakak-kakaknya terjebak dalam masalah finansial yang sama, di rumah yang sama.

Perjuangannya adalah sebuah janji pada dirinya sendiri bahwa semua kesulitan dan pola hidup yang “gali lubang tutup lubang” ini akan berakhir di dia.

Ia berjuang agar generasi setelahnya tidak perlu mengalami penderitaan yang sama.

Baca Juga: Lagu ’33X’ Perunggu Adalah Pelukan untuk Kamu yang Merasa Tertinggal

(*Mira)