Ia menekankan bahwa ini adalah momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah dan persaudaraan antarumat muslim.
“Momentum ini mudah-mudahan memberikan peningkatan iman dan ketakwaan kepada kita, serta mempererat tali silaturahmi sesama umat muslim. Maulid Nabi bukan hanya perayaan, tapi ajang untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Edi juga mengapresiasi keberadaan Majelis Ashabul Maimanah yang selama setahun terakhir dinilai aktif menghidupkan kegiatan salawat dan majelis ilmu di Kota Pontianak.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Pontianak Berlangsung Khidmat
Ia menilai majelis seperti ini menjadi energi spiritual dan sosial yang positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk masyarakat yang berakhlak.
“Kehadiran Majelis Ashabul Maimanah dengan lantunan salawat dan tausiyah menjadi pengingat bahwa cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah cahaya yang menuntun kita dalam kehidupan. Semoga semangat kebersamaan dan keilmuan dari majelis ini menjadi energi bagi pembangunan Kota Pontianak yang berakhlak dan berbudaya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Deni Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertepatan dengan milad pertama majelis.
Selain peringatan Maulid dan pembacaan salawat, panitia juga menggelar perlombaan salawat dari pasal 1 hingga 19 yang diikuti oleh seluruh jamaah.
Ia menambahkan, memasuki usia satu tahun, majelis ini diharapkan semakin berkembang, membawa keberkahan, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
“Kegiatan ini kami adakan rutin setiap tahun. Kami berharap jamaah terus tawadu dan mengamalkan salawat karya ulama besar Pontianak, Syekh Abdul Rani Mahmud Al Yamani. Semoga majelis ini selalu dalam lindungan Allah SWT dan menjadi wadah bagi pecinta salawat untuk menimba ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat,” ujar Deni.
(*Red)
















