Mengapa Gampang Marah Saat PMS? Ini 4 Jawaban Ilmiah di Balik Perubahan Mood Anda

"Sering gampang marah saat PMS? Ini 4 jawaban ilmiah di balik perubahan mood Anda, mulai dari fluktuasi hormon hingga penurunan kadar serotonin."
Sering gampang marah saat PMS? Ini 4 jawaban ilmiah di balik perubahan mood Anda, mulai dari fluktuasi hormon hingga penurunan kadar serotonin. (Dok. Ist)

Salah satu yang paling terdampak adalah serotonin, yang sering disebut “hormon bahagia”.

Serotonin berperan penting dalam mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan. Ketika kadar estrogen turun, kadar serotonin seringkali ikut turun.

Inilah yang secara langsung menyebabkan perasaan sedih, cemas, mudah tersinggung, dan bahkan mengidam makanan tertentu (terutama karbohidrat).

3. Gejala Fisik yang Menyiksa

PMS bukan hanya soal emosi; ia juga membawa serangkaian gejala fisik yang tidak nyaman.

Mulai dari perut kembung, kram ringan, payudara yang terasa nyeri, sakit kepala, hingga badan yang terasa pegal dan lelah.

Ketika tubuh merasa tidak nyaman dan sakit secara fisik, sangat wajar jika suasana hati juga ikut memburuk.

Rasa sakit fisik ini menciptakan “lingkaran setan”, di mana rasa sakit membuat badmood, dan badmood membuat kita lebih sensitif terhadap rasa sakit.

4. Gangguan Pola Tidur

Kombinasi dari perubahan hormonal dan ketidaknyamanan fisik seringkali mengacaukan pola tidur.

Banyak wanita melaporkan kesulitan tidur (insomnia) atau tidur yang tidak nyenyak menjelang menstruasi.

Kurang tidur adalah pemicu yang sudah terbukti dapat memperburuk suasana hati.

Saat lelah, kemampuan otak untuk mengelola emosi menurun drastis, membuat kita menjadi lebih reaktif, tidak sabar, dan emosional.

Baca Juga: Mengapa Kram Perut Saat Haid Sangat Menyiksa? Ini 4 Jawaban Ilmiahnya

(*Mira)