Angka ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Kalimantan dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen.
Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan transportasi menjadi penopang utama, disertai peningkatan nilai tambah ekspor dari komoditas seperti CPO, karet, bauksit, serta produk olahan pertanian.
Momentum positif ini, kata Gubernur, turut diperkuat dengan dibukanya kembali rute penerbangan internasional Pontianak–Kuching.
Baca Juga: Ahelya Abustam Pamit ke Gubernur Ria Norsan, Ucapkan Terima Kasih Atas Sinergi Pemprov-Kejati
Rute ini diyakini akan memperlancar arus wisata, perdagangan, dan mempererat kerja sama ekonomi subregional seperti BIMP–EAGA dan Sosek Malindo.
“Konektivitas udara ini simbol keterbukaan Kalimantan Barat terhadap dunia, sekaligus langkah nyata menuju integrasi ekonomi Borneo. Jika Kalimantan Barat, Sarawak, dan Brunei terus bergerak bersama, Borneo berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru di Asia Tenggara,” jelasnya.
Pontianak, lanjut Norsan, memiliki posisi strategis sebagai pusat dialog dan simpul konektivitas Borneo.
Hal ini didukung oleh infrastruktur vital seperti Pelabuhan Internasional Kijing, rute udara lintas batas, serta potensi energi dan logistik regional.
“Melalui forum ini, saya berharap lahir rekomendasi dan rencana kerja konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat di seluruh kawasan Borneo. Mari jadikan forum ini ruang strategis untuk mempertemukan pemikiran lintas negara dan lintas disiplin agar kolaborasi Borneo bukan hanya menjadi wacana, tetapi gerakan bersama menuju masa depan yang maju dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan oleh PT Kabar Grup Indonesia bekerja sama dengan AMSI Kalimantan Barat, GRADASI Kalimantan Barat, dan HIPMI Kalimantan Barat.
“Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong kerja sama lintas Borneo, meliputi Kalimantan, Sarawak, dan Brunei, dengan Pontianak sebagai pusat dialog dan pertukaran ide,” ungkap Upi.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Serahkan Anugerah Kebudayaan Tahun 2025 kepada 12 Pegiat Budaya Kalbar
(Irf/Nzr)
















