3. Kunto Aji – “Pil Tuntas”
“Rasanya ingin mengeluh / Saja, tak cukup / Rasanya ingin menyerah / Tapi, tak bisa”
Terkadang, proses yang panjang bukan hanya membuat kita merasa tertinggal, tapi membuat kita burnout.
“Pil Tuntas” adalah gambaran audio dari kelelahan mental yang sudah di ujung tanduk.
Lagu ini mengerti bahwa ada kalanya kita bahkan sudah terlalu lelah untuk sekadar mengeluh.
Kunto Aji memvalidasi perasaan ingin menyerah, sekaligus memahami bahwa kita tidak bisa melakukannya.
Ini adalah lagu untuk didengarkan saat kamu butuh pengakuan bahwa bebanmu memang seberat itu.
4. Efek Rumah Kaca – “Sebelah Mata”
“Aku bukan siapa-siapa / Tapi kutahu yang kubawa / … / Bukan tanpa alasan mereka menaruh harapan”
Proses yang lambat seringkali membuat kita dipandang “sebelah mata” oleh orang lain.
Kita dianggap tidak serius, tidak berbakat, atau tidak punya masa depan.
Lagu ini adalah perlawanan dari mereka yang sedang “dalam proses” dan diremehkan.
“Sebelah Mata” mengingatkan kita untuk percaya pada apa yang kita bawa, meskipun orang lain belum bisa melihatnya.
Ini adalah lagu untuk membangkitkan kembali kepercayaan diri bahwa proses lambatmu ini bukanlah kesia-siaan, melainkan sebuah persiapan.
5. Nadin Amizah – “Semua Aku Dirayakan”
“Masih banyak yang belum selesai / … / Tapi esok, semua aku dirayakan”
Ini adalah lagu penutup yang sempurna.
Setelah merasa tertinggal, lelah, dan diremehkan, “Semua Aku Dirayakan” adalah sebuah harapan dan janji pada diri sendiri.
Nadin mengingatkan bahwa semua fase hidup kita termasuk fase “belum selesai” ini layak untuk dirayakan.
Lagu ini adalah penyembuh.
Ia mengajarkan bahwa nilaimu tidak ditentukan oleh seberapa cepat kamu “sampai”.
Kamu, dengan segala proses lambatmu, dengan segala ketidaksempurnaanmu, berhak untuk dirayakan hari ini dan selamanya.
Baca Juga: Kuliah Terasa Berat dan Tertinggal? 5 Alasan Ini Membantumu Tetap Bahagia
(*Mira)
















