Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kita semua akrab dengan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”.
Alunan musiknya yang tegas dan liriknya yang membangkitkan semangat sering kita dengar saat upacara atau perayaan hari besar nasional.
Namun, di balik mars yang gagah itu, tersimpan sebuah kisah keberanian, risiko, dan visi yang jauh melampaui zamannya.
Lagu ini bukanlah sekadar lagu.
Baca Juga: Soundtrack Persatuan: Menelisik Makna Mendalam 3 Lagu di Balik Semangat Sumpah Pemuda
Ia adalah sebuah kapsul waktu dari era paling berbahaya dalam sejarah perjuangan Indonesia: masa pendudukan Jepang.
Diciptakan di Bawah Ancaman Kempeitai
Lagu “Bangun Pemudi Pemuda” diciptakan oleh Alfred Simanjuntak pada tahun 1943.
Penting untuk dicatat konteks waktunya.
Ini bukan era Sumpah Pemuda (1928) yang relatif lebih longgar, melainkan era sensor ketat militer Jepang.
Saat itu, Jepang sedang gencar-gencarnya menghapus semua pengaruh Barat dan Belanda, sambil mempropagandakan “Asia Timur Raya”.
Alfred Simanjuntak, yang saat itu seorang guru muda di Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia, merasakan keresahan.
Ia melihat semangat pemuda-pemudi mulai luntur dan terbuai oleh propaganda Jepang.
Ia pun tergerak untuk menulis lagu yang bisa membangkitkan kembali api nasionalisme.
Tindakan ini sangat berbahaya.
Lirik seperti “Bangun pemudi pemuda Indonesia” adalah seruan terbuka untuk bersatu.
Penggunaan kata “Indonesia” saja sudah sangat subversif di telinga Kempeitai (polisi militer Jepang) yang terkenal kejam.
Alfred Simanjuntak sendiri pernah mengaku bahwa ia dikejar-kejar oleh Kempeitai karena lagu ini.















