Penyu, Kura-kura, dan Labi-labi Itu Sama atau Beda? Ini Jawabannya

"Serupa tapi tak sama. Kenali perbedaan mendasar antara penyu, kura-kura, dan labi-labi berdasarkan habitat, bentuk tempurung, dan bentuk kakinya."
Serupa tapi tak sama. Kenali perbedaan mendasar antara penyu, kura-kura, dan labi-labi berdasarkan habitat, bentuk tempurung, dan bentuk kakinya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sering tertukar, padahal berbeda. Penyu, kura-kura, dan labi-labi adalah tiga reptil yang sering dianggap sama.

Meskipun ketiganya termasuk dalam ordo Testudines (hewan bercangkang keras), mereka memiliki perbedaan signifikan berdasarkan adaptasi terhadap habitatnya.

Memahami perbedaan ini penting, tidak hanya untuk pengetahuan umum tetapi juga untuk upaya konservasi, karena masing-masing memiliki kebutuhan hidup yang unik.

Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai perbedaan mendasar antara ketiganya.

Baca Juga: KPK Apresiasi Pemkot Pontianak Cetak Penyuluh Antikorupsi di Tiap OPD

Perbedaan Habitat dan Morfologi

Cara termudah membedakan ketiganya adalah dengan melihat di mana mereka hidup dan bagaimana bentuk tubuh (morfologi) mereka, terutama pada kaki dan tempurung.

1. Kura-kura (Tortoise dan Terrapin)

Istilah “kura-kura” dalam bahasa Indonesia sering merujuk pada dua kelompok: kura-kura darat (tortoise) dan kura-kura air tawar (terrapin).

Kura-kura darat hidup sepenuhnya di daratan, seringkali di daerah kering atau hutan.

Untuk beradaptasi, mereka memiliki tempurung yang tinggi, berat, dan berbentuk kubah (dome) sebagai perlindungan, serta kaki yang kokoh, tebal, dan bulat seperti kaki gajah untuk berjalan di tanah.

Berbeda dengan itu, kura-kura air tawar (terrapin) menghabiskan sebagian besar waktunya di habitat air tawar seperti sungai, danau, atau rawa, meskipun mereka juga naik ke darat untuk berjemur.

Tempurung mereka cenderung lebih pipih, dan yang paling penting, kaki mereka berselaput (webbed feet) serta memiliki cakar, yang membantu mereka berenang sekaligus berjalan di darat.

2. Penyu (Sea Turtle)

Penyu adalah reptil yang beradaptasi penuh dengan kehidupan di laut (air asin).

Mereka menghabiskan hampir seluruh hidupnya di lautan dan hanya betina yang akan naik ke pantai untuk bertelur.

Adaptasi laut mereka terlihat jelas pada tempurungnya yang lebih ramping, ringan, dan pipih (streamlined), bentuk yang ideal untuk mengurangi hambatan air saat berenang jarak jauh.

Kaki mereka telah termodifikasi sempurna menjadi kaki sirip (flippers) yang besar dan kuat seperti dayung.

Berbeda dengan kura-kura, penyu tidak bisa menarik kepala dan kaki mereka ke dalam tempurung.

3. Labi-labi (Softshell Turtle)

Labi-labi, atau yang sering disebut bulus, adalah kelompok yang paling unik karena tempurungnya.

Mereka hidup di ekosistem air tawar seperti sungai dan rawa.

Ciri khas utamanya adalah tempurung yang lunak, fleksibel, dan berlapis kulit (leathery), tidak keras seperti kura-kura atau penyu. Bentuk tempurungnya juga sangat pipih.

Sama seperti kura-kura air tawar, mereka memiliki kaki berselaput untuk berenang.

Ciri unik lainnya adalah leher mereka yang seringkali panjang dan moncong (hidung) yang runcing, yang berfungsi seperti snorkel untuk membantu mereka bernapas dari dasar lumpur.

Singkatnya, jika Anda melihatnya di darat dengan kaki kokoh, itu kura-kura darat.

Jika di laut dengan kaki sirip, itu penyu.

Jika di air tawar dengan cangkang lunak dan hidung runcing, itu labi-labi.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kita Perlu Menonton Spongebob? Lebih dari Sekadar Kartun Biasa

(*Mira)