Operasi Pasar di Pontianak Berlanjut, Pemkot Berusaha Jaga Daya Beli Warga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyapa warga yang tengah berbelanja di Operasi Pasar Murah di halaman Kantor Camat Pontianak Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyapa warga yang tengah berbelanja di Operasi Pasar Murah di halaman Kantor Camat Pontianak Barat. Foto: HO/Faktakalbar.id

Edi Kamtono menganalisis, situasi harga di Pontianak relatif stabil. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah sedikit menurunnya kemampuan belanja atau daya beli sebagian warga.

“Kalau saya lihat, bukan harga yang terus naik, tetapi daya beli masyarakat yang sedikit menurun. Inflasi Kota Pontianak sejauh ini masih tergolong rendah. Karena itu, operasi pasar ini penting untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Untuk memastikan program ini berjalan, Pemkot Pontianak telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pelaksanaan tahun 2025.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi Pontianak, Pemkot Siapkan 10.752 Paket Sembako Murah Lewat Operasi Pasar

Edi menegaskan, anggaran tersebut akan dievaluasi dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya, disesuaikan dengan kondisi perekonomian.

“Ke depan, anggarannya akan kita tambah lagi karena kita melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Kalau tingkat kemiskinan menurun, berarti daya beli masyarakat meningkat,” tambahnya.

Wali Kota juga menyatakan bahwa kebijakan operasi pasar Pontianak ini menjadi salah satu strategi andalan Pemkot dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah dinamika ekonomi global dan regional yang masih berfluktuasi.

(*Red/Prokopim)