Biya secara efektif menghapus batasan masa jabatan presiden.
Tindakan ini membuka jalan tak terbatas baginya untuk terus mencalonkan diri dalam pemilu-pemilu berikutnya, termasuk yang ia menangkan pada 2011, 2018, dan kontestasi tahun ini.
Selama pemerintahannya, Biya dikenal memimpin dengan tangan besi dan kerap menindas lawan politik.
Kamerun di bawahnya juga menghadapi masalah akut korupsi serta konflik separatis yang penuh kekerasan.
Jika Biya, yang lahir pada 13 Februari 1933, berhasil menyelesaikan periode kedelapannya ini, ia akan berusia 99 tahun di akhir masa jabatannya.
Baca Juga: Ralat di KTT ASEAN, TV Nasional Malaysia Keliru Sebut Prabowo Sebagai Jokowi
(*Mira)










