Krisis Anggaran Kongres AS Lumpuhkan Bandara, 3.700 Penerbangan Tertunda

Ilustrasi penerbangan di salah satu bandara Amerika Serikat. (Dok. Ist)
Ilustrasi penerbangan di salah satu bandara Amerika Serikat. (Dok. Ist)

Situasi lebih parah terjadi di Atlanta, di mana lebih dari 500 penerbangan ditunda. Begitu pula di Charlotte, yang mencatat lebih dari 200 penerbangan tertunda.

Pengatur Lalu Lintas Udara Berhenti Gajian

Situasi ini diperkirakan dapat memburuk, terutama setelah para personel kunci di bandara mulai terdampak secara finansial.

Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, pada Senin mengatakan bahwa para pengatur lalu lintas udara (ATC), yang krusial bagi keselamatan penerbangan, akan berhenti menerima gaji mereka.

“Para pengatur lalu lintas udara akan berhenti menerima gaji mereka pada 28 Oktober,” ujar Duffy.

Pada Kamis sebelumnya, Duffy juga telah mengeluarkan peringatan keras mengenai dampak penutupan pemerintah AS jika krisis anggaran ini tidak segera diakhiri oleh Kongres.

“Keberangkatan penumpang pesawat di AS mungkin akan ditunda dan dibatalkan jika Kongres tidak dapat menyetujui rancangan undang-undang terkait anggaran pemerintah, dan mengakhiri penutupan pemerintah,” tegas Duffy.

Tahun fiskal baru AS sebenarnya dimulai pada 1 Oktober, tetapi Kongres gagal menyetujui anggaran baru. Akibatnya, lembaga pemerintah yang didanai Kongres tidak dapat beroperasi karena kekurangan anggaran.

Baca Juga: Ribuan Pegawai di Ambang PHK, Shutdown Pemerintah AS Masuki Hari Kelima

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa ia mungkin memanfaatkan situasi ini untuk agenda politiknya.

“Dia (Trump) dapat memanfaatkan penutupan pemerintah untuk mengurangi jumlah staf dan gaji secara besar-besaran,” ungkap Trump dalam pengumuman sebelumnya.

Presiden Trump juga mengklaim bahwa kebuntuan anggaran ini terjadi akibat ulah Partai Demokrat.

“Posisi Partai Demokrat menciptakan kebuntuan anggaran,” klaimnya.

Pihak Gedung Putih juga dituding memanfaatkan situasi saat ini untuk menghapus program-program yang tidak disukai Partai Republik.

(*Red)