Pontianak Mantapkan Posisi di Peta Musik Klasik Indonesia

Para pemenang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) region Pontianak berfoto bersama juri usai menerima sertifikat di Aston Hotel Pontianak, Minggu (26/10/2025).
Para pemenang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) region Pontianak berfoto bersama juri usai menerima sertifikat di Aston Hotel Pontianak, Minggu (26/10/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Dari 51 peserta, telah terpilih 28 finalis yang berhak bertarung di grand final di Jakarta, pada 13 & 14 Desember mendatang.

Ananda melihat potensi besar di ibu kota Kalimantan Barat ini, meski juga menyoroti adanya beberapa pekerjaan rumah.

“Pendidikan untuk piano ternyata sangat menggembirakan di Pontianak. Yang masih kurang adalah guru-guru piano untuk tingkat menengah ke atas,” ujar Ananda.

Ia juga mendorong pengembangan instrumen lain sesuai semangat ‘Plus’ di KPN+. “Juga, musik klasik kan tidak hanya di piano saja, banyak kesempatan terbuka di bidang lain.

Baca Juga: Kumpul Musisi Kalbar Peduli Palestina, Edi Kamtono Lantunkan “Separuh Nafas” dan ” Ku Tak Bisa” 

Sekarang instrumen lain serta vokal klasik harus mengejar ketinggalan ini. Atau, coba deh mulai main piano 4 tangan atau piano duet, buat variasi biar latihan tidak terlalu sendirian, jadi ada teman untuk diskusi,” tandasnya.

Tahun ini, seluruh peserta di Pontianak memang masih terbatas pada instrumen piano. Padahal, KPN+ terbuka untuk semua instrumen dan vokal klasik, khususnya genre tembang puitik.

“Khususnya di tembang puitik (vokal klasik), ini bisa menjadi jembatan dengan dunia sastra, karena Kalimantan memiliki sastrawan yang unggul, seperti Hasan Aspahani, Muhammad Daffa, Shantined,” lanjut Ananda.

Pemenang kategori tertinggi KPN+ region Kalimantan Barat adalah Samuel Dazhill, yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia piano klasik Indonesia.

“Sejak sebelum Samuel tampil, saya sudah ‘curiga’ : wah ini pasti kemenangan mudah buatnya. Rival-rivalnya di ASA adalah pianis-pianis tangguh dari Medan, Surabaya dll,” ungkap Ananda.

“Tapi beberapa pianis lain juga mengejutkan saya dengan bakat alamiahnya yang sangat kuat. Ini juga indikasi bahwa Kalimantan sebetulnya potensi bakat musiknya banyak dan kita butuh mitra-mitra penyelenggara untuk kompetisi kami tahun depan di kota-kota lain di Kalimantan ini,” lanjutnya.

Naikkan Kualitas KPN+ dan Transparansi Juri

Ananda Sukarlan juga menjelaskan perbedaan antara KPN+ dan Ananda Sukarlan Award (ASA), kompetisi lain yang ia gagas.

“Kalau di Google, banyak sekali yang menulis bahwa ASA adalah kompetisi musik klasik paling bergengsi… sedangkan KPN+ adalah yang terbesar dari segi kuantitas. Paradigma ini ingin saya ubah… KPN+ juga harus menaikkan kualitasnya dan untuk itu, para pemenang KPN+ saya beri Golden Ticket untuk langsung bisa mengikuti babak final ASA tahun berikutnya,” tegas Ananda.

Sebagai bukti peningkatan kualitas, Australian Institute of Music (AIM, Sydney) kini memberikan beasiswa kursus musim dingin di Sydney 2026 bagi para pemenang KPN+.

“Ini berguna untuk para musisi yang belum usia kuliah ini untuk ‘mencicipi’ kualitas perguruan tinggi selama seminggu. Nanti kalau ia memenangkan ASA, ia akan mendapatkan beasiswa untuk setahun penuh,” jelasnya.

Ananda memiliki visi untuk membawa Kompetisi Piano Nusantara Plus ke seluruh penjuru negeri.

“Cita-cita saya adalah menyelenggarakannya di semua provinsi di Indonesia, jadi jika ada yang berminat menjadi mitra penyelenggara untuk tahun depan di provinsi yang kami belum hadir, jangan sungkan hubungi saya,” katanya.

Ia juga menekankan revolusi yang ia lakukan dalam penjurian, dengan mengedepankan transparansi dan melibatkan juri muda berprestasi, seperti Josie Lincoln di Pontianak.

“Kami yang mempelopori kompetisi musik klasik di Indonesia tahun 2008 dengan Ananda Sukarlan Award… Sekarang banyak sekali ‘fotokopian’ kompetisi dengan syarat yang sangat mudah, bagi-bagi medali untuk semua tanpa kriteria yang jelas. Sekarang kami lagi yang merevolusi kompetisi dengan program, sistem kompetisi dan dewan juri yang sangat selektif,” pungkas Ananda.

Daftar Pemenang KPN+ Region Pontianak (Lolos ke Grand Final Jakarta):

  • Usia Dini B: Marvella Adelin (Juara 3), Keidelyn Riefhanlim Mulyadi (Juara 2), Alicia Adrianne Salam (Juara 2), Keiralyn Riefhanlim Mulyadi (Juara 2).
  • Usia Dini C: Jayden Nathaneil Lim (Juara 3), Baginta Jusuf Sembiring (Juara 3), Quinxy Saggezza Milan Hutabarat (Juara 2).
  • Pemula A: Clarissa Valencia Lee (Juara 2).
  • Pemula B: Madelyn Tan (Juara 3), Winston Enzo Candra (Juara 3), Bianca Raline Chalindra (Juara 2), Vishnu Louis Boeng (Juara 2), Austin Sandberg (Juara 1), Gladys Kasan Hidayat (Juara 1).
  • Pemula C: Erick Lievin (Juara 3), Madelyn Lysandra (Juara 2).
  • Menengah B: Elgiva Cheryl (Juara 2).
  • Menengah C: Catherine Olivia Jo (Juara 3), Dealova Alysa Hans (Juara 3), Angeline Dinata (Juara 2), Francesco Edyth Lim (Juara 2), Gerald Lian (Juara 2), Erlyne Noria Tandra (Juara 1), Yan Michelle Pasicela (Juara 1).
  • Lanjutan A: Sarasvati Shana Boeng (Juara 3), Brody Christoper Chairumin (Juara 2), Lindsy Alexa D’Letizia (Juara 1).
  • Lanjutan C: Samuel Dazhill (Juara 1).

(*Red)