Laba operasi juga meroket 40,93 persen menjadi Rp2,1 triliun dari periode sama tahun lalu Rp1,49 triliun.
Kinerja ini turut didukung oleh pendapatan lainnya yang menanjak menjadi Rp28,27 miliar dari Rp10,46 miliar, serta laba dari penjualan aset tetap sebesar Rp900 juta dari Rp63 juta.
Dari sisi keuangan, biaya keuangan terkumpul menyusut menjadi Rp353,1 miliar dari Rp359,96 miliar.
Perusahaan juga mencatat bagian atas laba entitas asosiasi Rp78,75 miliar, menanjak dari Rp27,92 miliar, dan penyesuaian nilai wajar atas investasi pada entitas asosiasi Rp43,74 miliar dari nihil.
Baca Juga: Diduga Curi Sawit, Mantan Kades di Landak Kabur Usai Kelabui Polisi
Secara keseluruhan, total ekuitas perusahaan terkumpul sebesar Rp10,95 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp9,89 triliun.
Jumlah liabilitas terkumpul mengalami pemangkasan menjadi Rp6,24 triliun dari akhir 2024 sebesar Rp7,51 triliun. Sementara total aset tercatat Rp17,2 triliun, mengalami sedikit penyusutan dari akhir tahun lalu Rp17,41 triliun.
(ra)
















