5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang-kacangan (seperti walnut atau kenari) dan biji-bijian (seperti biji labu atau biji chia) adalah sumber Vitamin E, seng (zinc), dan lemak sehat (termasuk Omega-3 jenis ALA).
Vitamin E adalah antioksidan penting yang melindungi membran sel otak dari stres oksidatif, sementara seng sangat krusial untuk proses belajar dan memori.
6. Gandum Utuh (Oatmeal)
Otak membutuhkan pasokan glukosa (gula) yang stabil sebagai bahan bakar.
Gandum utuh, seperti oatmeal atau roti gandum murni, adalah sumber karbohidrat kompleks.
Berbeda dengan gula sederhana, karbohidrat kompleks melepaskan energi secara perlahan dan stabil, membantu anak mempertahankan fokus dan konsentrasi lebih lama di sekolah tanpa mengalami sugar crash.
7. Yogurt (Terutama Greek Yogurt)
Produk susu fermentasi seperti yogurt (terutama Greek Yogurt yang tinggi protein) baik untuk otak.
Selain mengandung Vitamin B untuk kesehatan saraf, yogurt juga mengandung probiotik.
Penelitian modern semakin menunjukkan adanya kaitan kuat antara kesehatan usus dan kesehatan otak (dikenal sebagai gut-brain axis).
Usus yang sehat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan mood serta fungsi kognitif.
8. Daging Sapi Tanpa Lemak
Zat besi adalah mineral vital yang sering terabaikan.
Daging sapi tanpa lemak adalah salah satu sumber zat besi yang paling mudah diserap tubuh.
Zat besi sangat penting untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.
Kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan kelesuan, penurunan rentang perhatian, dan gangguan kognitif.
Kesimpulan
Meskipun tidak ada satu “makanan ajaib” yang bisa langsung membuat anak jenius, memberikan pola makan yang bervariasi dan kaya akan nutrisi di atas adalah investasi jangka panjang terbaik untuk perkembangan otak mereka.
Kombinasi nutrisi yang tepat akan menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan otak untuk belajar, mengingat, dan berkembang secara optimal.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Meredakan Batuk dan Demam
(*Mira)
















