Sejumlah pejabat pemerintah hadir dalam koordinasi tersebut, termasuk perwakilan dari Ketenagakerjaan, Keuangan, Sekretariat Negara, Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Ini tadi dalam pembahasan diminta oleh perwakilan yang membidangi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk mengkoordinasikan, dan anggaran yang disediakan sekitar Rp8 triliun. Hal ini akan sejalan dengan program pemagangan,” jelas pejabat di bidang Perekonomian tersebut dalam konferensi pers.
Dia menambahkan, inisiatif ini didasari oleh adanya permintaan tinggi dari berbagai negara terhadap dua profesi tersebut.
Presiden Prabowo telah membahas kebutuhan ini secara langsung dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara.
Program ini akan dikoordinasikan oleh pihak yang membidangi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia bersama dengan Ketenagakerjaan, mencakup persiapan hingga proses pemberangkatan 500.000 tenaga kerja terampil tersebut.
Baca Juga: Banjir Tahunan di Pantura Semarang, Nakes RSI Sultan Agung Minta Prabowo Turun Langsung
(*Mira)
















