Puncak Hierarki: Persaingan Swasta vs BUMN
Dua pemain teratas memiliki selisih produksi yang tipis, menunjukkan persaingan yang ketat.
- Golden Agri-Resources (Sinar Mas Group) Dengan output produksi mencapai 2.722.000 metrik ton, Golden Agri-Resources (GAR) secara definitif memegang takhta sebagai produsen CPO nomor satu di Indonesia. Kekuatan produksi masif ini mencerminkan skala operasi terintegrasi Sinar Mas Group.
- PTPN IV PalmCo (BUMN) Menyusul di posisi kedua adalah PTPN IV PalmCo dengan total produksi 2.560.000 metrik ton. Sebagai hasil mega-merger perkebunan sawit milik negara, PalmCo kini menjadi pemain sentral dan kekuatan penyeimbang di industri strategis ini.
Di bawah dua raksasa utama, terdapat tiga perusahaan lain yang berhasil menembus level produksi di atas satu juta ton CPO per tahun.
- Bumitama Agri (Harita Group) Menduduki peringkat ketiga, perusahaan yang terafiliasi dengan Harita Group ini mencatatkan produksi sebesar 1.141.506 metrik ton.
- Astra Agro Lestari (Astra International Tbk) Anak usaha Grup Astra ini berada di posisi keempat dengan total produksi CPO sebanyak 1.125.388 metrik ton, menjadikannya pemain kunci yang konsisten.
- First Resources (Surya Dumai Group) Melengkapi jajaran produsen sejuta ton, First Resources mencatatkan output sebesar 1.003.922 metrik ton.
Pemain Utama di Kelas Berat
Lima perusahaan berikutnya mengisi daftar 10 besar dengan output di bawah satu juta ton, namun tetap memiliki pengaruh signifikan di pasar.
- SIMP & LSIP (Salim Group) Entitas perkebunan di bawah naungan Grup Salim/Indofood ini mencatatkan produksi gabungan 986.000 metrik ton.
- Triputra Agro Persada Perusahaan yang didirikan oleh T.P. Rachmat ini menghasilkan 916.000 metrik ton CPO.
- Musim Mas Group Sebagai salah satu grup sawit terintegrasi terbesar, Musim Mas mencatatkan produksi 752.356 metrik ton dari operasionalnya di Indonesia.
- Dharma Satya Nusantara (DSN Group) Perusahaan ini memproduksi 602.000 metrik ton CPO.
- Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Berbasis di Kalimantan Tengah, SSMS menutup daftar 10 besar dengan produksi 461.410 metrik ton.
Data tersebut mengonfirmasi bahwa hulu industri kelapa sawit Indonesia sangat terkonsentrasi.
Persaingan antara Golden Agri-Resources (swasta) dan PTPN IV PalmCo (BUMN) diprediksi akan menjadi narasi utama yang membentuk dinamika pasar ke depan.
Baca Juga: Lonjakan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Dongkrak Surplus Perdagangan Indonesia
(*Red)










