Sulit Gemuk Meski Makan Banyak? 5 Faktor Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

"Merasa susah gemuk padahal sudah makan banyak? Ini 5 penyebab umumnya, mulai dari metabolisme cepat, genetik, hingga kondisi medis yang tidak disadari."
Merasa susah gemuk padahal sudah makan banyak? Ini 5 penyebab umumnya, mulai dari metabolisme cepat, genetik, hingga kondisi medis yang tidak disadari. (Dok. Ist)

Ini adalah alasan paling umum namun sering tidak disadari.

Banyak orang yang merasa “sudah makan banyak”, namun ketika dihitung, jumlah kalori total hariannya ternyata tidak cukup.

Mungkin Anda makan satu porsi besar nasi goreng di malam hari, namun melewatkan sarapan atau hanya makan sedikit di siang hari.

Atau, makanan yang Anda konsumsi terlihat banyak secara volume, namun rendah kalori (seperti sayur-sayuran dan buah).

Kunci menambah berat badan adalah surplus kalori yang konsisten.

Artinya, Anda harus secara konsisten makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar oleh tubuh Anda setiap hari.

4. Aktivitas Fisik yang Sangat Tinggi (Termasuk NEAT)

Kalori yang keluar bukan hanya dari olahraga.

Ada juga yang disebut NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis), yaitu energi yang kita bakar untuk aktivitas non-olahraga: berjalan kaki, naik turun tangga, mengetik, bahkan gelisah atau menggerak-gerakkan kaki.

Orang yang “tidak bisa diam”, selalu bergerak, atau memiliki pekerjaan fisik yang menuntut, akan membakar kalori ekstra dalam jumlah besar.

Jika asupan kalori tidak disesuaikan untuk mengimbangi pembakaran tinggi ini, berat badan tentu akan sulit naik.

5. Adanya Kondisi Medis atau Psikologis

Jika Anda sudah makan dalam surplus kalori yang terukur namun berat badan tak kunjung naik, faktor kesehatan mungkin perlu dipertimbangkan.

Beberapa kondisi medis tertentu dapat menghalangi penambahan berat badan secara efektif. Sebagai contoh, kondisi hipertiroidisme, di mana kelenjar tiroid yang terlalu aktif akan “memaksa” metabolisme tubuh bekerja terlalu cepat dan membakar kalori secara drastis.

Selain itu, masalah pencernaan seperti penyakit Celiac atau Crohn dapat menyebabkan malabsorpsi, sebuah kondisi di mana tubuh gagal menyerap nutrisi penting dari makanan yang Anda konsumsi.

Faktor psikologis seperti stres kronis atau kecemasan tingkat tinggi juga tidak bisa diabaikan, karena dapat menekan nafsu makan atau sebaliknya, justru meningkatkan laju metabolisme.

Jika Anda mengalami kesulitan ekstrem untuk menambah berat badan yang disertai gejala lain (seperti kelelahan atau diare), sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: 5 Ide Cemilan Simpel dan Lezat untuk Mengisi Akhir Pekan yang Seru

(*Mira)