Pesan Wali Kota dan Sultan di Hari Jadi ke-254 Pontianak: Dari Pembangunan Hingga Pelestarian Adat

Momen Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan diwawancarai awak media.
Momen Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan diwawancarai awak media. Foto: HO/Faktakalbar.id

Ia menyoroti tema tahun ini, ‘Pontianak Bersahabat’, yang menurutnya menggambarkan karakter masyarakat Pontianak yang terbuka, ramah, dan toleran terhadap perbedaan.

“Pontianak dibangun atas dasar kebersamaan dari berbagai suku dan budaya. Semangat inilah yang harus terus kita jaga agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” ujarnya usai apel.

Edi menambahkan, pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kami terus berupaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang prima, dan lingkungan kota yang bersih serta hijau,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi mengapresiasi partisipasi masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pembangunan. Ia menegaskan sinergi adalah kunci keberhasilan.

“Tanpa dukungan masyarakat, mustahil pemerintah dapat mewujudkan Pontianak yang lebih maju. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan warga merupakan kunci keberhasilan kita bersama,” kata Edi.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk memaknai peringatan ini tidak sekadar sebagai seremonial tahunan, tetapi juga refleksi terhadap perjalanan panjang kota sejak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771.

“Kita harus terus melanjutkan perjuangan pendiri kota dengan menjaga persatuan, memajukan pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Sultan Pontianak, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya luar.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Wali Kota Pontianak Ajak Santri Jadi Agen Perubahan di Era Digital

Menurutnya, pembangunan dan kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur yang menjadi identitas Kota Pontianak.

“Sebagai Sultan, saya merasa wajib untuk mempertahankan budaya peninggalan leluhur. Sekecil apapun bentuknya, harus kita jaga. Kalau tidak, budaya luar akan semakin banyak masuk dan bisa mengikis budaya asli kita, khususnya di Kota Pontianak,” ungkapnya.

Sultan Melvin turut mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak di bawah kepemimpinan Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, yang dinilainya telah membawa perubahan positif dan mempererat silaturahmi.

“Insyaallah dengan pemerintahan Bapak Edi Rusdi Kamtono, semuanya akan menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih bersahabat, baik dari sisi pembangunan maupun silaturahmi dengan tokoh-tokoh di Kota Pontianak,” sebutnya.

Meski begitu, ia menyoroti masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Terutama akibat adanya efisiensi dan pemotongan dana transfer ke daerah yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan di tingkat kota.

“Kami di pusat juga sedang memperjuangkan agar dana transfer ke daerah tidak dipotong. Kami sudah menyampaikan kepada Menteri terkait supaya dana transfer ini tidak mengalami pengurangan, baik di provinsi maupun kabupaten/kota di Kalimantan Barat,” jelas Sultan yang juga selaku Anggota DPD RI.

Selain memperkuat aspek pembangunan, Sultan Melvin juga menyoroti pentingnya memperkenalkan budaya Pontianak ke dunia luar. Ia mendorong adanya promosi kebudayaan secara lebih luas agar adat istiadat Pontianak semakin dikenal.

“Adat dan budaya kita harus dikenalkan secara menyeluruh, bukan hanya satu atau dua jenis saja. Semua harus dipromosikan, karena itu adalah jati diri kita,” tegasnya.

Sultan berharap, dengan kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat, budaya Pontianak dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Syukurlah sekarang sudah mulai terlihat kesadaran dari anak-anak sekolah dan guru-guru yang mengenalkan budaya lokal. Ini langkah baik untuk menjaga warisan kita agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.

Baca Juga: Semarak Hari Jadi ke-254 Pontianak: Ratusan Anak Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai

(*Red)