KPK Sebut Dampak Lingkungan Tambang Jadi Penyebab Penduduk Lokal Miskin

"KPK mengungkap ironi daerah kaya tambang namun penduduknya miskin. Hal ini disebut akibat dampak lingkungan yang merusak mata pencaharian petani dan nelayan. "
Logo KPK. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap ironi bahwa masyarakat di sekitar lokasi tambang yang kaya di Indonesia justru sering berada di garis kemiskinan.

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria, menyatakan hal ini disebabkan oleh dampak lingkungan yang merusak mata pencaharian utama penduduk lokal.

“Dampak lingkungan, nah ini yang sering sekali keluhan dari masyarakat khususnya, biasanya daerah-daerah yang kaya tambang justru penduduknya paling miskin,” kata Dian Patria di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Dian menjelaskan, masyarakat di sekitar tambang pada umumnya berprofesi sebagai petani atau nelayan. Namun, dengan adanya aktivitas tambang, kualitas lingkungan menjadi rusak sehingga memengaruhi sumber kehidupan mereka.

Baca Juga: Alasan Logistik Ditolak DKPP, 59 Perjalanan Jet Pribadi Pimpinan KPU Terbukti Bukan untuk Pemilu

“Ya, kenapa? Karena biasanya mereka hidupnya dari petani atau dia nelayan, ya. Dengan adanya tambang, pasti kan ada dampak lingkungan, tanahnya diambil, warna laut berubah, belum lagi mungkin ada sianida, merkuri, dan lain-lain ya,” ucapnya.

Ia menambahkan, situasi ini diperparah karena pekerja yang diserap oleh industri tambang seringkali berasal dari luar daerah, bukan penduduk lokal.

“Mereka hanya bisa hidup dari bertani dan nelayan. Ya, sementara pekerja yang ada itu dari luar. Bisa dari luar negeri, bisa dari luar provinsi tersebut. Mereka semakin miskin,” tambah dia.

Dian mengutip data BPS mengenai masyarakat di wilayah Morosi, Sulawesi Utara (Sulut), yang kebanyakan berekonomi tidak mampu. Mirisnya, wilayah tersebut adalah pusat pertambangan.