Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Pasca Sanksi Baru AS terhadap Rusia

Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak pasca sanksi baru AS terhadap raksasa energi Rusia, Rosneft dan Lukoil, Kamis (23/10/2025).
Ilustrasi: Grafik pergerakan harga minyak mentah dunia. Harga minyak dunia terkoreksi pada Rabu (29/10/2025) pagi meski stok AS dilaporkan turun. (Dok. Ist)

Tidak berhenti di situ, Trump juga berencana menekan pembeli utama minyak Rusia pascaperang Ukraina, yaitu India dan China.

Dalam konferensi persnya, Trump menyebut akan berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping pekan depan di Korea Selatan untuk membahas pembelian minyak Rusia oleh Beijing.

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi “disebut telah berjanji untuk mengurangi pembelian tersebut.”

Dari sisi geopolitik global, Uni Eropa (UE) juga bersiap mengambil langkah serupa.

Menurut keterangan dari Denmark, yang memegang presidensi bergilir UE, blok tersebut akan mengadopsi paket sanksi baru terhadap Rusia pada Kamis waktu setempat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Usai Data Ketenagakerjaan AS Tunjukkan Performa Positif

Sanksi UE ini dilaporkan akan “menargetkan 45 entitas, termasuk 12 perusahaan asal China dan Hong Kong yang diduga membantu Rusia menghindari pembatasan perdagangan energi.”

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, kenaikan harga ini terjadi setelah minyak sempat menyentuh level terendah dalam lima bulan pada awal pekan.

Kekhawatiran akan kelebihan pasokan (surplus) global sebelumnya menekan harga.

Namun, laporan terbaru mengenai penurunan persediaan minyak mentah di AS membantu menenangkan pasar dan mendorong reli harga saat ini.

Meski demikian, analis memperingatkan bahwa fundamental pasar minyak masih rapuh. Jika tensi geopolitik mereda, potensi pelemahan harga bisa kembali muncul, karena ancaman surplus pasokan global masih menghantui OPEC+ dan negara produsen lainnya.

(*Red)