Raih Penghargaan Kelima, BNPB Perkuat Sinergi Arsip Kebencanaan dengan ANRI

Kepala BNPB Suharyanto (kiri) berjabat tangan dengan Kepala ANRI Mego Pinandito (kanan) dalam pertemuan audiensi di Graha BNPB, Jakarta Timur. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala BNPB Suharyanto (kiri) berjabat tangan dengan Kepala ANRI Mego Pinandito (kanan) dalam pertemuan audiensi di Graha BNPB, Jakarta Timur. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: BNPB Soroti Ancaman Bencara Hidrometeorologi: Ketika Banjir dan Kekeringan Terjadi Bersamaan

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan ANRI dan menegaskan pentingnya arsip sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Kami merasa sangat terhormat dan akan terus berkomitmen menjaga tata kelola arsip kebencanaan dengan baik,” ujar Suharyanto.

Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan bahwa tugas BNPB tidak hanya berhenti pada fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

BNPB juga bertugas memastikan setiap peristiwa bencana terdokumentasi secara utuh sebagai bahan pembelajaran jangka panjang.

“Bencana adalah peristiwa yang berulang. Karena itu, setiap kejadian harus kita jadikan pelajaran untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan ke depan. Arsip kebencanaan sangat penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, misalnya membangun di lokasi rawan bencana,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala ANRI Mego Pinandito menyampaikan bahwa dokumentasi kebencanaan memiliki nilai historis dan edukatif yang tinggi.

Ia mencontohkan bagaimana peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 menjadi tonggak penting dalam sejarah kebencanaan dunia.

“Peristiwa seperti tsunami Aceh tidak boleh dianggap sebagai angin lalu. Arsipnya menjadi pengingat sekaligus sumber pembelajaran bagi kita semua,” tutur Mego.

Sebagai wujud nyata komitmen, ANRI telah membentuk Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) di Nanggroe Aceh Darussalam.

Balai tersebut kini menjadi rujukan masyarakat, akademisi, peneliti, hingga komunitas film dalam mempelajari dan memahami kembali peristiwa besar yang mengubah wajah Aceh dan dunia.

“Kami ingin terus memperkuat kerja sama dengan BNPB, khususnya dalam membangun pundi arsip kebencanaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

(ra)