Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, gelombang pasang dan abrasi menghantam pesisir Kelurahan Hajoran Induk, Kecamatan Pandan, pada Senin dini hari.
Akibatnya, 15 rumah warga terdampak dan satu kios dilaporkan rusak akibat terjangan ombak tinggi.
Dampak Meluas di Jawa Tengah
Beralih ke Pulau Jawa, cuaca ekstrem juga menerjang Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Hujan lebat disertai angin kencang pada Senin sore melanda tujuh kecamatan sekaligus, yaitu Juwiring, Cawas, Klaten Utara, Klaten Tengah, Gantiwarno, Trucuk, dan Pedan.
Laporan Bencana BNPB terkini mencatat dampak yang cukup signifikan di Klaten. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.
Kerugian material meliputi 34 rumah rusak ringan, lima tempat usaha rusak ringan, serta kerusakan pada fasilitas umum, jaringan listrik, kandang ternak, dan terganggunya tiga akses jalan.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia, BNPB Laporkan Satu Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak
Petugas BPBD Kabupaten Klaten bersama warga dan aparat setempat langsung bergerak melakukan penanganan darurat, termasuk memangkas pohon dan dahan lapuk untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Imbauan Kesiapsiagaan BNPB
Melihat dominasi bencana akibat cuaca ekstrem, BNPB tak henti-hentinya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu waspada dan siaga.
“Saat angin kencang dan hujan deras melanda, prioritaskan keselamatan diri dan keluarga, tetap di ruangan yang kokoh, jauhi jendela dan hindari area yang rawan roboh. Apabila sedang di perjalanan, segera kurangi kecepatan, menepi ke tempat yang aman dan jauhi berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau tiang listrik,” demikian bunyi salah satu poin imbauan dalam Laporan Bencana BNPB terkini.
(*Red)
















