Puluhan Rumah, Masjid, dan Pura di Luwu Timur Porak-poranda Diterjang Angin

Petugas melakukan pendataan korban terdampak angin kencang yang terjadi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Jumat (17/10). Foto: BPBD Kab. Luwu Timur
Petugas melakukan pendataan korban terdampak angin kencang yang terjadi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Jumat (17/10/2025). Sumber Foto: BPBD Kab. Luwu Timur

Faktakalbar.id, LUWU TIMUR – Angin kencang dengan kekuatan destruktif menerjang dua desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat (17/10/2025) sore.

Akibatnya, puluhan bangunan termasuk rumah warga dan tempat ibadah mengalami kerusakan signifikan.

Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Grobogan dan Blora, Sebagian Warga Terpaksa Mengungsi

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WITA ini melanda Desa Kalosi dan Desa Libukang Mandiri.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Luwu Timur, amukan angin kencang di Luwu Timur ini menyebabkan 38 unit rumah warga rusak.

Tak hanya itu, satu unit masjid dan satu pura juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding yang terbawa angin.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Luwu Timur bersama aparat desa setempat langsung bergerak cepat.

Tim segera melakukan proses pendataan untuk menginventarisir tingkat kerusakan dan jumlah warga yang terdampak.

Selain pendataan, tim juga langsung mendistribusikan bantuan logistik darurat kepada para korban untuk meringankan beban mereka.

Baca Juga: Angin Kencang dan Banjir Landa Sejumlah Wilayah, BNPB Rilis Update Penanganan Bencana Terkini

Penanganan cepat ini sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang rumahnya rusak dapat terpenuhi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi angin kencang di Luwu Timur dan wilayah lain yang rawan.

“Siapkan tas siaga bencana yang berisi peralatan bertahan hidup selama tiga hari, hingga selalu memantau prakiraan cuaca dari sumber yang kredibel,” bunyi salah satu poin imbauan BNPB.

Hingga kini, proses penanganan dan pendataan dampak bencana di Kecamatan Towuti masih terus berlanjut.

(*Red)