Hadapi Banjir dengan Siaga: Ini 4 Tahap Mitigasi Mandiri yang Wajib Anda Tahu

"Banjir bisa datang kapan saja. Pelajari 4 tahap mitigasi mandiri yang wajib diketahui, mulai dari persiapan pra-banjir, tindakan saat air naik, hingga pemulihan pasca-banjir. Lindungi diri dan keluarga Anda."
Banjir bisa datang kapan saja. Pelajari 4 tahap mitigasi mandiri yang wajib diketahui, mulai dari persiapan pra-banjir, tindakan saat air naik, hingga pemulihan pasca-banjir. Lindungi diri dan keluarga Anda. (Dok. Ist)

Jika ketinggian air terus meningkat atau sudah ada instruksi dari pihak berwenang, segeralah melakukan evakuasi untuk mengutamakan keselamatan jiwa.

Hindari menerobos genangan banjir dengan kendaraan, baik mobil maupun motor, karena berisiko mogok dan terjebak arus yang tidak terlihat.

3. Selama Puncak Banjir (Bertahan di Lokasi Aman)

Apabila Anda tidak sempat mengungsi dan terjebak di dalam rumah, prioritas utama adalah bertahan hidup.

Segera pindah ke bagian rumah yang paling tinggi dan aman, seperti lantai dua atau loteng, serta jauhi aliran air yang deras.

Gunakan persediaan dari tas siaga bencana secara hemat, terutama makanan, minuman, dan baterai ponsel.

Jika memerlukan pertolongan, berikan sinyal kepada tim penyelamat dengan mengibarkan kain berwarna cerah di jendela atau menyalakan senter pada malam hari.

Sambil menunggu bantuan, terus pantau informasi perkembangan situasi melalui radio portabel atau sumber lainnya jika memungkinkan.

4. Pasca-Banjir (Pemulihan yang Aman)

Bahaya belum sepenuhnya berakhir meskipun air telah surut.

Saat kembali ke rumah, tetaplah waspada terhadap kerusakan struktur bangunan yang mungkin tidak terlihat.

Jangan langsung menyalakan listrik sebelum instalasi rumah diperiksa oleh petugas ahli untuk menghindari bahaya korsleting.

Saat membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot, sarung tangan, dan masker, serta gunakan cairan disinfektan untuk membunuh kuman penyakit.

Terakhir, jaga kesehatan dengan membuang semua bahan makanan yang terendam banjir dan selalu memasak air minum hingga mendidih untuk mencegah penyakit.

Kesiapsiagaan bukanlah sikap berlebihan, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi.

Dengan memahami empat tahap ini, kita bisa lebih tangguh dalam menghadapi ancaman banjir.

Baca Juga: Genangan Air Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Pontianak

(*Mira)