Bagi warga Sungkung dan sekitarnya, pemandangan menandu orang sakit sudah menjadi hal yang biasa, namun tetap menyayat hati.
Warga harus bergotong-royong memikul tandu darurat, terbuat dari bambu dan kain sarung, melewati jalan setapak yang terjal, licin, dan berlumpur, terutama saat musim penghujan.
Baca Juga: Akses Jalan Rusak, Jenazah Warga di Sintang Terpaksa Ditandu Sejauh 4 Kilometer
Durasi perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam, sebuah perjuangan hidup dan mati yang sangat bergantung pada kekuatan fisik para pemikul tandu.
(*Red)
















